Kepemimpinan dapat dipandang sebagai pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi ke arah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu. (Tannembaum, 1961:24).

Secara umum kepemimpinan didefinisikan sebagai suatu usaha yang digunakan untuk mempengaruhi dan tidak memaksa untuk memotivasi individu dalam mencapai tujuan (Gibson et. Al; 1997:5). 


Umar Nimran (1999:54) secara umum mendefinisikan kepemimpinan atau leadership sebagai proses mempengaruhi perilaku orang lain agar berperilaku seperti yang dikehendaki.

George R. Terry dalam Kartini (1998:49) berpendapat bahwa kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok. 

Miftah Thoha (2000:229) mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi manusia baik perorangan maupun kelompok.

Gitosudarmo dan Sudita (1997:127), pada umumnya kepemimpinan didefinisikan sebagai suatu proses mempengaruhi aktivitas dari individu atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.

Keith Davis (Sukanto (1999:266) mengikhtisarkan ada empat ciri utama yang mempunyai pengaruh terhadap kesuksesan kepemimpinan dalam organisasi, antara lain :
1. Kecerdasan (intellegence) 
2. Kedewasaan sosial dan hubungan sosial yang luas (social maturity and breadth) 
3. Motivasi diri dan dorongan berprestasi
4. Sikap hubungan manusiawi

Sedangkan menurut Roeslan Abdul Gani daam Ach. Mohyi (1999:181), mengatakan bahwa kelebihan pemimpin meliputi tiga hal, yaitu :
1. Kelebihan menggunakan pikiran
2. Kelebihan dalam rohaniah
3. Kelebihan dalam badaniah

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama