Menurut Jamal (1984) dalam Bauer (2002:38) mendefinisikan kinerja sebagi aktivitas seseorang yang berhasil menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Kinerja dapat diukur dari kualitas, kuantitas dan upaya yang dikerahkan atas penyelesaian pekerjaannya.

Menurut Hasibuan (2003:93), kinerja atau prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan.

Pengertian kinerja atau prestasi kerja diberi batasan oleh Maier (dalam As’ad, 1991:47) sebagai kesuksesan seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan. 

Lawler (dalam As’ad, 1991:46-47) menyatakan bahwa kinerja adalah “succesfull role achiement” yang diperoleh seseorang dari perbuatan-perbuatannya. Dari batasan tersebut As’ad menyimpulkan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan.

 Menurut Suprihanto (dalam Srimulyono, 1993:33) mengatakan bahwa kinerja atau prestasi kerja seorang karyawan pada dasarnya adalah hasil kerja seseorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan kemungkinan , misalnya standar, target /sasaran atau kinerja yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.

Menurut Vroom (dalam As'ad 1991:48), tingkat sejauh mana keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya disebut "level of performance". Biasanya orang yang level of performance-nya tinggi disebut sebagai orang yang produktif, dan sebaliknya orang yang levelnya tidak mencapai standar dikatakan sebagai tidak produktif atau berperformance rendah.

Sedangkan yang dimaksud dimensi kinerja ialah ukuran-ukuran dan penilaian dari perilaku yang actual di tempat bekerja, dimana dimensi kinerja meliputi: (1) kualitas ouput, (2) kuantitas output, (3) waktu kerja, (4) kerjasama dengan rekan kerja (Miner, 1988 : 19). 
Menurut Miner (dalam Hamid, 2002), :
  1. Mutu pekerjaan yang dihasilkan berdasarkan syarat-syarat yang telah ditetapkan (quality of work)
  2. Jumlah pekerjaan yang mampu dilakukan dalam suatu periode waktu yang telah ditentukan (quantity of work)
  3. Penyelesaian pekerjaan yang dibebankan sesuai waktu yang telah ditetapkan (time of work).
  4. Kesadaran untuk bekerja sama dengan unit kerja masing-masing (cooperation)

Ukuran Kinerja

Alewine yang diikuti oleh Cikmat (1992; 247) mengatakan bahwa: “standar kinerja berfungsi sebagai tujuan-tujuan tertentu yang harus dicapai oleh karyawan, harus realistis, dapat diukur, dan dapat dicapai jabatan tertentu".  Menurutnya standar kinerja dianggap memuaskan bila:

  1. Pernyataannya menunjukkan beberapa bidang pokok tanggung jawab karyawan.
  2. Memuat bagaimana suatu kegiatan kerja akan dilakukan.
  3. Mengarahkan perhatiannya kepada mekanisme kuantitatif bagaimana hasil-hasil kinerjanya akan diukur.

Standar pengukuran menurut Pigor dan Myers (1981; 125) meliputi pengetahuan kerja (Knowledge of work), kualitas kerja (quality of work), kuantitas kerja (quantitiy of work), kemampuan mempelajari tugas-tugas baru (ability to learn new duties), inisiatif (inisiative), kerjasama (cooperation), pertimbangan dan akal sehat (Judgement and common sense).

Lebih lanjut Flipo (1987:249-250) mengemukakan bahwa alat pengukuran prestasi kerja adalah kualitas, kuantitas kerja, ketangguhan dan sikap.  Sedangkan menurut Dessler (1992; 515) bahwa pengukuran prestasi kerja meliputi kualitas hasil kerja, supervisi yang diperlukan, Kehadiran, konservasi, inisiatif dan penyesuaian.  Menurut Furtwengler Kinerja (2002: 1) diukur dalam hal kecepatan, kualitas, layanan dan nilai.

Demikan pula Bernardin dan Russel (1993;383) menyebutkan bahwa "pengukuran prestasi kerja meliputi kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas kerja, kebutuhan supervisi dan hubungan antar pribadi.  Sementara As'sad (1999:63) berpendapat bahwa "untuk mengukur prestasi kerja menggunakan kualitas, kuantitas, waktu yang dipergunakan, jabatan, absensi dan keselamatan". 

Dhanna ( 2001: 152 ) Menyatakan bahwa "kriteria pengukuran kinerja meliputi:
1. Kualitas kerja, 
2. Kuantitas kerja dan,
3. Ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan".

Gomes (2000: 142) mengemukakan tipe kriteria performansi kerja yang didasarkan atas deskripsi perilaku yang spesifik, yaitu:

  1. Quantity of work; yaitu jumlah hasil kerja yang didapat dalam suatu periode waktu yang ditentukan;
  2. Quality of work; yaitu kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapannya;
  3. Creativeness; yaitu keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul;
  4. Cooperative; yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain (sesama anggota organisasi)
  5. Dependability; yaitu kesadaran dan dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja;
  6. Iniatitive; yaitu semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggung jawabnya;
  7. Personal qualities; yaitu menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramahtamahan, dan integritas pribadi.

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama