Sarafino (1994:74) mendefinisikan stres sebagai berikut: “The condition that results when person/environment transaction lead the individual to perceive a discrepancy wether real or not between the demands of a situation and the resources of the person’s biological, psychological, or sosial system”. Jadi stres merupakan suatu kondisi disebabkan oleh transaksi individu dengan lingkungan yang menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi dengan sumber-sumber daya sistem biologis, psikologis dan sosial dari seseorang.


Robbins (2002:304) mendefinisikan stres adalah suatu kondisi dinamik yang didalamnya seorang individu dikonfrontasikan dengan suatu peluang, kendala (constrains), atau tuntutan (demands) yang dikaitkan dengan apa yang sangat diinginkannya dan yang hasilnya dipersepsikan sebagai tidak pasti dan penting.

Menurut Smeltzer (Achiat, 2003:15) mendefinisikan stres sebagai berikut: “Stress is a psychological reaction to requirement that can make a person feel tense or anxious because the person does not feel capable of coping with demands”. Stres adalah munculnya reaksi psikologis yang membuat seseorang merasa tegang atau cemas sebab orang tersebut merasa tidak mampu mengatasi atau meraih tuntutan atau keinginannya.
Spielberger (Handoyo, 2001:63) menyatakan bahwa stres adalah tuntutan–tuntutan eksternal yang mengenai seseorang, misalnya obyek-obyek dalam lingkungan atau suatu stimulus yang secara obyektif adalah berbahaya. 


Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama