Setelah proses pembelajaran ini peserta memiliki kesamaan persepsi untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM tentang hasil kegiatan proses produksi dan mengembangkan produk, menetapkan harga jual produk, serta menetapkan strategi promosi serta menetapkan saluran distribusi produk sesuai target pasar


A. Jenis produk

Produk adalah faktor yang sangat penting dalam pemasaran. Produk adalah barang atau jasa yang digunakan untuk memuaskan konsumen.

Jenis barang yang dipasarkan dapat digolongkan sebagai:
  1. Bahan baku berasal dari hasil pertanian/perkebunan, mineral, hasil laut atau hasil sintesa dari suatu kawasan produksi.
  2. Barang jadi hasil pengolahan secara mekanik, kimiawi, atau kerajinan dari dari kawasan tertentu, gerabah, kain tenun, dan peoduk khas dari hasil budaya setempat,

Dari segi konsumen barang dapat digolongkan pada:
  1. Barang konsumsi, yaitu barang yang akan dipakai langsung oleh konsumen akhir, seperti pakaian batik, makanan khas daerah tertentu, yang sangat bervariasi untuk setiap daerah.
  2. Barang industri, yaitu produk barang yang akan digunakan untuk memproduksi barang lain

1. Daur hidup produk

Produk yang dipasarkan mempunyai daur hidup sendiri sendiri, yaitu daya untuk tetap dibutuhkan masyarakat, ada yang lama atau yang singkat, misalnya sepatu sejak lama sampai kini masih tetap diperlukan oleh masyarakat konsumen.

Daur hidup suatu barang pada umumnya melalui empat tahapan atau fase 
  1. Tahapan perkenalan,
  2. Tahapan Pertumbuhan dan penerimaa Pengembangan,
  3. Tahapan stabilisasi, atau tahap kematangan dan persainga
  4. Tahapan penurunan.

a. Tahapan Perkenalan, pada waktu itu masyarakat konsumen belum mengenalnya dan memerlukan pengenalan terhadap manfaat barang sehingga timbul perasaan memerlukannya. Pemasar memperkenalkan produk mereka ke calon pelanggan. Tingkat penerimaan yang tinggi jarang terjadi. Produk baru harus masuk pasar dan bersaing dengan produk yang telah ada. Calon pelanggan harus mendapat informasi, melalui iklan dan promosi. Biayanya sangat tinggi, oleh karena itu pebisnis UMKM sangat sulit memperkenalkan produk baru.

b. Tahapan pengembangan, pada waktu itu masyarakat konsumen telah merasakan kebutuhannya terhadap barang dan kebutuhan itu terus meningkat, sehingga diperlukan peningkatan kemampuan untuk memenuhi permintaan. Pengembangan produk baru merupakan bagian terpenting dalam pemasaran. Namun demikian, dalam tahap pengembangan produk ini sering timbul risiko yang besar dan hampir 80% produk gagal2. Ada beberapa alasan mengapa produk baru gagal:
  1. Produk baru tidak berbeda secara memadai dengan produk yang ada di pasar.
  2. Pengusaha tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang pasar.
  3. Perusahaan sangat miskin perencanaan dan kurang gencar dalam memperkenalkan produk-produk barunya.
  4. Pengusaha kurang untuk menyesuaikan strategi produknya ketika terjadi perubahan minat pelanggan/konsumen, .
  5. Perusahaan kekurangan dana yang memadai dan kurang fokus terhadap produk baru.

Untuk mengurangi resiko yang timbul dalam memperkenalkan produk atau jasa baru, pelaku UKM harus mempertimbangkan aturan-aturan dalam pengembangan produk scbagai berikut:
  1. Simplicity (sederhana). Produk baru harus mudah digunakan (user- friendly), yaitu mudah dikenal dan digunakan oleh konsumen. Misalkan, alat elektronik yang mudah dihidupkan dengan remote control atau alat-alat otomatis.
  2. Integrity (integritas). Desain produk harus baik dari sejak awal sampai akhir pakai.
  3. Human focus (fokuskan pada orangnya). Memerhatikan peranan komplementer pemakai akhir untuk mendesain integritas. Keberhasilan suatu produk adalah produk yang memerhatikan pemakainya secara ekonomis.
  4. Sinergy (berdaya juang). Desain produk yang baik memerlukan kombinasi antara pengalaman, pengetahuan, kecakapan dari suatu tim profesional.
  5. Creativify (kreativitas). Keberhasilan produk sangat tergantung pada keahlian kreatif dari banyak orang. Manajer perusahaan kecil harus mendorong perkembangan lingkungan kreatif. 
  6. Risk (risiko). Desain produk yang baik ditunjukkan oleh produk yang terus eksis sampai batas akhir.
c. Tahapan stabilisasi merupakan tahap kematangan dan persaingan.
Penjualan terus meningkat tetapi laba memncak dan kemuian menurun ketika pesaing masuk pasar.Umumnya harga jual diturunkan untuk bersaing dan pangsa pasar dapat bertahan di pasaran. Pada sat ini juga terjadi tahap kejenuhan pasar dari daur hidup produk yang menunjukkan peringatan bagi pemasar adalah saat memperkenalkan produk pada generasi beriutnya. Jika suatu barang ternyata disukai konsumen, maka pemakaian banyak produksi yang sama dipasarkan karena banyak pesaing masuk pasar. Dalam keadaan demikian perusahaan harus berusaha memantapkan pasarnya. Banyak cara untuk merekayasa produk barang dan jasa agar diminati oleh konsumen, di antaranya:
  1. Jenis jenisnya diperbarui.
  2. Kualitasnya dibeda-bedakan dan ditingkatkan.
  3. Model dan desainnya bermacam-macam dan dibedakan.
  4. Kemasan, warna, bentuk, ukuran, standar, merek dibuat sedemikian rupa sehingga lebih menarik.

d. Tahapan menurun dan menghilangnya ialah tahap penjualan terus menurun, laba juga menurun secara drastis. Kebutuhan terhadap barang yang bersangkutan, biasanya karena ada barang lain yang menggantikannya atau karena masyarakat konsumen sudah bosan.

Panjang atau pendeknya daur hidup produk sangat menentukan bentuk program pemasarannya. Selama tahap perkenalan, penjualan barang mungkin kurang menguntungkan bagi perusahaan dan akan menjadi beban kerugian.

Pebisnis UMKM yang baru berdiri, dan kemampuan keuangannya terbatas tidak mungkin mengikuti beban keuangan membiayai tahapan perkenalan suatu produk barang. Oleh karena itu sebaiknya memilih barang yang akan dihasilkannya yang sudah dikenal masyarakat, dengan memperbaiki mutu dan harga yang bersaing.

Pola perilaku dan kesukaan masyarakat konsumen sangat besar pengaruhnya terhadap panjang atau pendeknya daur hidup barang di pasaran. Konsumen membeli barang ingin mendapatkan barang yang seimbang dengan nilai uang yang dikorbannya. Karena itu mutu barang yang dihasilkan tidak senantiasa harus yang paling tinggi, tetapi harus sesuai dengan harganya. Karena itu pebisnis UMKM selayaknya mempertahankan mutu yang diproduksinya agar:
a. Seimbang dengan tingkat harganya,
b. Senantiasa tetap pada tingkat mutu yang sama.

Untuk mencegah kekecewaan konsumen Pemerintah mengadakan ketentuan yang disebut standard untuk mutu berbagai jenis barang. Oleh kararna itu ditetapkan Standar Nasioanal Indonesia (SNI) untuk setiap jenis barang. 

Untuk pengembangan suatu produk baru diperlukan inovasi dan kreaktivitas agar memiliki daur hidup barang yang panjang. Produk baru adalah suatu barang yang dihasilkan yang sama sekali baru, yang merupakan suatu hasil kemajuan teknologi.

Daur hidup suatu produk tertentu lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas perusahaan. Konsep daur hidup produk berguna bagi usahawan karena dapat memfokuskan perhatian pada kemungkinan pola-pola penjualan di masa mendatang jika tidak diadakan tindakan korektif. Ketika penjualan mulai menurun, pebisnis UMKM harus memulai suatu program perluasan jenis produk serta pengembangan pasar untuk menarik mereka ke dalam tahap pertumbuhan yang lebih panjang, dan harus memulai mencari poduk-produk baru, dan mencari pasar yang potensial untuk diversifikasi.

2. Harga jual produk

Sesuai dengan prinsip bahwa perusahaan patut mendapatkan keuntungan, maka harga jual yang ditetapkan harus lebih besar dari biaya biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk barang sehingga masih akan ada selisih yang disebut laba.

  1. Harga jual barang adalah biaya biaya untuk menghasilkan barang ditambah dengan keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan.
  2. Dalam kenyataanya tidaklah semudah itu untuk menentukan harga jual barang atau jasa yang dihasilkan, karena ada faktor lain yang perlu ditelaah. Pertama kalau barang itu yang dihasilkan mempunyai saingan yang serupa di pasaran atau mirip dipasaran.
  3. Masyarakat konsumen akan membandingkan harga barang yang ditawarkan dengan harga yang dihasilkan oleh perusahaan lain. Hal ini disebabkan konsumen ingin mendapatkan kepuasan setinggi mungkin, maka konsumen akan berusaha mengurangi pengorbanan uangnya dan membeli barang dengan harga yang lebih rendah untuk mendapatkan barang yang mutunya sama.
  4. Dalam keadaan persaingan bebas, karena konsumen cenderung untuk membayar harga lebih rendah dari pada yang diperhitungkan oleh perusahaan maka harus dicari cara untuk menekan harga jual produk.
  5. Cara yang mudah dengan menurunkan mutu sehingga biaya untuk menghasilkan barang lebih rendah. Cara ini cukup berbahaya, karena harus diingat konsumen ingin tetap mendapatkan harga yang lebih rendah tetapi mutu yang sama. Karena itu cara untuk menurunkan mutu sama artinya dengan mengurangi kepuasan dan akan mengurangi konsumen untuk membeli produk yang dihasilkan.
  6. Cara lain adalah dengan mengurangi laba yang akan diterima. Cara ini dapat ditempuh, tetapi juga harus dijaga agar laba tidak terlalu kecil, sehingga perusahaan tidak lagi membiayai hidup perusahaan.
  7. Cara lain ditempuh dengan menekan biaya produksi dengan cara memproduksi barang yang lebih efisien, dengan penggunaan teknologi baru, atau mengurangi pemborosan, misalnya barang yang tidak laku dijual menjadi lebih rendah. Atau pemakaian bahan bahan baku dapat dihemat tanpa mengurangi mutu, atau bahan baku pengganti yang dapat menghasilkan mutu yang sama.
  8. Oleh karena itu penelitian dan pengembangan produk bagi perusahaan besar sangat berperan dalam pengembangan produk menekan biaya produksi, sehingga tetap mampu bersaing dengan perusahaan yang menghasilkan barang yang sejenis. Hal yang sama juga untuk produk unggulan dikawasan tertentu.
  9. Perusahaan berkepentingan untuk mendorong agar jumlah barang yang terjual makin besar, kalau perlu dengan mengorbankan sebagian keuntungan. Keuntungan itu dapat dibagi dengan pihak lain, misalnya penyalur atau pengecer dalam bentuk “komisi” atau “korting harga” yang diberikan kepada pihak pihak pembeli dalam jumlah besar. Cara ini ditempuh untuk merangsang orang membeli dalam jumlah besar.
  10. Dalam penentuan kebijakan harga sangat penting diketahui keadaan pasaran terutama mengenai selera dan kesediaan masyarakat untuk membayar harga barang sejenis. Dan saingan saingan yang menghasilkan barang yang serupa.

3. Saluran Distribusi

Pebisnis UMKM yang kemampuan produksinya terbatas hanya dapat mengisi kebutuhan masyarakat yang tinggal disekitar perusahaan itu sendiri. Semakin besar kemampuan produksinya semakin luas masyarakat konsumen yang dapat dipenuhi kebutuhannya, karena itu diperlukan saluran distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen dan memperbesar peluang keuntungan bagi perusahaan penghasil produk barang.
  1. Pedagang eceran adalah salah satu pihak yang dapat mendekatkan sumber persediaan barang kepada kosumen, sehingga konsumen tidak perlu menempuh jarak jauh untuk memenuhi kebutuhannya. Sumber persediaan barang yang dekat dengan konsumen memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen.
  2. Karena pedagang eceran tempatnya terpencar mendekati tempat konsumen, maka para pengecer sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan persediaan barang kalau selalu harus mengambilnya sendiri keperusahaan yang memproduksi barang. Oleh karena itu perlu ada pihak lain yang berdiri ditengah–tengah yaitu para penyalur.
  3. Para penyalur atau grosir juga mempunyai fungsi untuk memantapkan persediaan barang. Penyalur biasa menyimpan barang persediaan barang untuk memenuhi kebutuhan konsumen selama jangka waktu tertentu.
  4. Persediaan itu dapat memenuhi kebutuhan para pengecer disekitarnya, walaupun persediaan dari pabrik atau perusahaan hanya diterima misalnya seminggu sekali. 
  5. Usaha penyalur/grosir dan para pengecer harus dapat keuntungan dari kegiatan usahanya. Keuntungan itu berupa selisih harga yang dibayar oleh konsumen dengan harga yang dibayarkan kepada konsumen.
  6. Agar pola penyampaian barang dari produsen kepada konsumen itu dapat berjalan terus, maka produsen harus memikirkan dan memperhitungkan besarnya keuntungan yang harus diterima oleh para penyalur dan pengecer, atau membagi keuntungan selisih dari apa yang dibayarkan oleh konsumen dengan biaya produksi.
  7. Tanpa kesediaan tersebut penyaluran barang akan terhenti dan produsen tidak akan mampu menyalurkan sendiri hasil produksinya kepada konsumen.

4. Promosi produk barang dan jasa

Kebutuhan terhadap barang ada yang sudah dirasakan oleh konsumen sebelum ada perusahaan didirikan, tetapi ada juga ada kebutuhan yang belum disadari oleh masyarakat sehingga perlu dibangkitkan atau dirangsang.
  1. Kebutuhan yang sudah ada dapat ditingkatkan dengan merangsang masyarakat.
  2. Upaya untuk membangkitkan timbulnya kebutuhan masyarakat dapat dilakukan dengan promosi atau dengan iklan. Iklan dan promosi harus dibuat sedemikian rupa sehingga masyarakat, atau kelompok tertentu segmen pasar), merasa perlu mendapatkan dan membeli barang yang bersangkutan.
  3. Iklan dan promosi dalam bentuk pameran dagang sebagai upaya meningkatkan penjualan suatu produk hasil perusahaan atau para pelaku bisnis UMKM Promosi senantiasa memerlukan biaya, karena itu harus dipikirkan bahwa apa yang dilakukan dalam bentuk iklan dan pameran dapat mencapai hasil yang seimbang dengan biaya yang dikeluarkan.
  4. Promosi dalam pemasaran dapat memilih pemakaian alat-alat promosi dalam berbagai jumlah dan kombinasi, dapat memilih memakai iklan sebagai metode utama untuk komunikasi kepada konsumen, atau dapat memakainya hanya sebagai pelengkap untuk bentuk komunikasi yang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih berbagai tipe media (misalnya televisi, radio, surat kabar dan majalah), dan mempunyai pilihan khusus yang tersedia dalam masing-masing kategori media ini.
  5. Iklan dapat dipilih untuk menggunakan lebih banyak atau lebih sedikit penjualan perorangan (personal selling), mengarahkannya pada berbagai target pasar, menggunakan dengan berbagai cara, memakai berbagai daya tarik. 
  6. Dalam beberapa hal, terbuka pilihan baginya untuk memilih antara pemakaian iklan atau penjualan perorangan dalam perencanaan strateginya, sedangkan dalam hal lain, hanya memakai salah satu saja.
  7. Promosi penjualanpun merupakan suatu faktor pula bagi strategi promosi yang bentuknya beraneka ragam, dan dapat digunakan dalam berbagai jumlah, yang terdiri dari berbagai cara seperti etalase, pameran interior, perlombaan konsumen, contoh cuma-cuma (free samples), penawaran berhadiah, dan banyak aktivitas lain.
  8. Untuk berbagai produk, promosi penjualan sangat diandalkan, sedangkan untuk produk lainnya hanya merupakan unsur kecil saja atau tidak ada sama sekali.

Contoh Kasus 1 Produk Bandeng Sosis.

Bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas perikanan yang sudah dikenal dapat dibudidayakan. Produksi bandeng hampir tidak tergantung musim dan kesinambungan produksi ckup baik sepanjang tahun baik kualitas maupun kuantitas. Sampai saat ini pemanfaatan ikan bandeng dalam bentuk primer (utuh 65-70%) dan sisanya dalam bentuk sekunder dan siap saji. Bandeng dikenal masyarakat dengan bandeng duri lunak atau bandeng presto, pindang bandeng, otak otak bandeng dan bandeng asap.

Sementara itu bandeng sosis belum banyak dikenal masyarakat Adalah salah seorang pengusaha mikro yang sekarang meningkat menjadi usaha kecil Izzudin yang luluisan AUP (Akademi Usaha Perikanan) yang mengelola usaha kecil ini, memproduksi bandeng sosis. Pengolahan bandeng sosis ini ditangani oleh istri dan adiknya yang sudah terlatih dan trampil mengolah bandeng sosis. 

Dengan modal awal Rp.5juta rupiah digunakan untuk membeli peralatan dan bahan baku. Izzudin melakukan pembenahan pengelolaan usaha kecil ini. Produksi bandeng sosis ini dibantu 5 orang tenaga kerja dari masyrakat lingkungannya sekitar rumahnya di Jln Nambo No. 19 Jatimulya di Tambun Bekasi, Jawa Barat. Semula produksi bandeng sosis ini sehari dapat menghasilkan 12 kg dari 120 ekor ikan bandeng, dan karena permintaan terus meningkat maka produksi sudah dapat ditingkatkan menjadi 24 kg bandeng sosis sehari.

Proses pembuatan bandeng sosis memerlukan tenaga trampil dan terlatih.Jika proses kurang hati hati berdxampak pada kualtas yang kurang baik. Misalnya kulit bandeng sobek saat daging ikan dikeluarkan setelah tulang tulangnya ditumbuk dan dihancurkan. Dalam tahap pengolahan daging bandeng kekurangan es batu pada saat dipisahkan dari bagian kulit dapat menimbulkan rasa gatal bagi konsumen yang menyantapnya. Fungsi es batu adalah untuk menjaga kesegaran daging dan tidak menimbulkan bau akibat terlalu lama dikeluarkan dagingnya.

Untuk meningkatkan mutu bandeng sosis juga ditambah ramuan yang ukurannya telah ditetapkan untuk menambah kelezatan produk. Dalam proses poduksi bandeng sosis ramuan yang ditambahkan adalah telur, bawang merah, bawang putih, buah pala, minyak nabati, garam, gula dan merica. Bandeng sosis tidak menggunakan bahan pengawet, bebas kolesterol, memiliki daya tahan lama sampai lebih kurang tiga bulan. Harga jual bandeng sosis yang dikemas cukup menarik Rp. 10.000 per pak (bungkus) pada saat itu. 

Pola pemasaran dilakukan dengan penjulan langsung, dari rumah kerumah. Tetapi juga sebagai seorang usahawan melakukan penawaran ke kantor kantor swasta atau pemerintah untuk menawarkan barang hasil produksinya. Penyebaran atau distribusi produksi bandeng sosis Izzan Mandiri sebagai label atau merek dagangnya telah membuka outlet di Matraman Jakarta dan telah merambah ke wilayah Serang, Provinsi Banten. 

Untuk meningkatkan penjualan produknya telah pula mengikuti berbagai pameran baik di Kabupaten Bekasi sendiri, maupun di Bandung, Indramayu, dan Bali yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan PMD Kabupaten Bekasi sebagai instansi pembina UKM. Dalam kegiatan pameran Smesco di Jakarta bahkan mendapat penghargaan sebagai produk makanan olahan dari hasil laut. 

Berkat kegiatan mengikuti pameran tersebut omzet penjualan meningkat pula. Untuk pasaran lokal telah menjalin kerjasama dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan PMD. Inzzudi juga memberi peluang kepada masyarakat untuk menjalin kerjasama kalau ingin menjadi agen bandeng sosis miliknya, cukup dengan memiliki freezer dengan kapasitas tampung sebanayk 200 pak kemasan sosis bandeng

Izzudin mempunya target jangka panjang ingin bandeng sosis produksinya dapat menembus pasar eksport, keinginan ini bukan hanya sekedar angan angan tetapi mimpi yang dapat direalisasikan. Izzudin telah mempersiapkan bandeng sosis buatannya memenuhi standar internasional baik dari segi kualitas maupun persyaratan kesehatan.

Namun demikian kendala dalam meningkatkan produksi masih terkendala dengan modal yang dihadapi umumnya oleh para penisnis usaha mikro dan kecil. Modal ini akan digunakan untuk pembelian freezer dan peralatan dandang steam untuk alat pengukus, padahal permintaan pasar atas produk bandeng sosisnya makin meningkat.

Dari kasus ini dapat dipelajari tentang proses pengelolaan usaha mikro yang kemudian berkembang menjadi usaha kecil. Sistem pemasaran yang sederhana dengan langsung penjualan kepada konsumen. Untuk meningkatkan omzet penjualan, kemudian membuka gerai (oulet). Penyebaran informasi terhadap produk baru hasil dari pengembangan dari produk yang sudah dikenal masyarakat dari pengolahan ikan bandeng adalah bandeng sosis. 

Untuk menginformasikan dan masyarakat mengenal produk baru berupa berupa bandeng sosis dilakukan dengan mengikuti berbagai pameran di berbagai daerah baik tingkat kabupayen atau provinsi bahkan internasional. Pameran merupakan kegiatan promosi yang cukup efektif untuk mempernalkan produk baru sebagai pengambangan produk lama yang sudah dikenal masyarakat. Untuk mendistribusikan produk dijalin kerjasam dengan berbagai pihak, dan memberi peluang untuk menjadi agen pemasaran produk bandeng sosis.


Contoh Kasus 2: Pengusaha Tas Kulit Di Jakarta (Pelaku Usaha : Iin Johariah)

Usaha Kecil ini bergerak dalam industri Tas Kulit, mulai berdiri pada medio 1991, yang dikelola oleh seorang wanita, nama Iin Johariah, umur 33 tahun, pendidikan Diploma 3 dengan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin dengan baik dengan pengalaman di beberapa Hotel Berbintang di Bandung dan Jakarta.

Pada awalnya usaha ini bermodalkan 2 buah mesih jahit, gunting dan cutter dengan mempekerjakan 2 orang tukang tas di sebuah rumah cicilan dengan memproduksi tas-tas traveling dengan model yang sederhana. Dalam kurun waktu 5 tahun, menunjukkan perkembangan usaha, yaitu dengan meningkatnya order, sehingga perlu perluasan dengan menambah mesih jahit, mesin potong, mesin embosse, mesin seset, mesin cangklong dan mesin bungkus. Disamping itu sudah membuka dua toko (outlet) untuk pemasaran produksinya, dan juga membeli dua rumah untuk bengkel kerja, dan rumah tinggal serta tanah seluas 2.000 meter rencana untuk perluasan bengkel kerja.

Produk yang dihasilkan usaha ini memakai merk Parin – Collection yaitu : dompet, tas seminar, tas kantor, tas golf, tas wanita, tas koper dan sejumlah model sepatu kulit. Usaha Kecil Tas Kulit selain mendapat order dari perusahaan dalam negeri juga dapat order dari luar negeri.

Kunci Sukses, Yang dilakukan Usaha Kecil Tas Kulit ini adalah :
a. Selalu bekerja keras baik dalam pendidikan, karier dan berusaha;
b. Selalu memberi pelayanan terbaik dan merawat hubungan yang telah terjalin, akan menghasilkan customer yang setia dan selalu memberikan repeat order;
c. Memelihara hubungan kekeluargaan dengan para karyawannya;
d. Dalam merawat hubungan dengan pelanggan, maka pelaku usaha mempunyai kiat sebagai berikut :

1) Selalu mengucapkan terima kasih atas pesanan dan pembayaran yang sudah selesai pada customer;
2) Memberi perhatian via telepon atau datang langsung pada
customer yang telah memberikan repeat order;
3) Memberikan tanda terima kasih (disesuaikan kondisi / aturan di perusahaan pemberi order) kepada pejabat yang berperan dalam memberikan order;
4) Dalam menghadapi stok bahan baku / material yang sedang kosong atau proses produksi sedang full capacity pelaku usaha harus menghadap customer agar tidak kecewa, karena order tidak bisa dikirim sesuai dengan waktu yang diharapkan; 
5) Meloby ke customer, karena kapasitas produksi sedang penuh, sehingga hanya sebagian dulu order dapat dipenuhi.

Dengan kiat-kiat tersebut di atas beberapa perusahaan (yang biasa memberikan order) menjadi fanatik, sehingga enggan berhubungan dengan supplier / usaha kecil tas kulit lain, selain Usaha Kecil Tas Kulit yang dikelola oleh Iin Johariah. Meskipun Usaha Kecil Tas Kulit di Jakarta tidak digambarkan data-data secara kuantitatif, namun dilihat dari terus meningkatnya order dan juga meningkatnya asset usaha dan tenaga kerja dapat diasumsikan dan dapat dipastikan mengalami peningkatan usaha secara signifikan. Kesuksesan usaha kecil terutama dalam membina hubungan dengan pelanggan sebagai upaya mempromosikan produknya.

Contoh Kasus 3. Sepatu Kanvas

Dengan modal Rp. 500.000, Nila Mamola memulai usaha sepatu kanvas bermerek Justine. Nila yang pernah bekerja di Balai Iklan Pikiran Rakyat Bandung sebagai juru ketik, lalu keluar karena tidak memuaskan hatinya. Dengan dorongan suaminya Bill Mamola memacu dirinya mencoba usaha

sendiri. Setelah melakukan survey ke pusat pusat grosir kain di Bandung yang telah ada di pasaran dia bergagasan membuat sepatu dari kain kanvas, kulit imitasi, plastik dan kain goni. Selain murah belum ada orang yang membuat sepatu dari bahan semacam itu. Dia kemudian membuat disain sepatu warna warni lalu menyuruh perajin membuat produknya.

Setelah produknya jadi beberapa pasang lalu memajangnya d rumah orang tuanya di Jln Juanda – Dago Bandung dengan harga Rp.5-6 ribu perpasang. Meski dijual dengan harga murah, selama satu tahun pertama hanya terjual rata-rat 2-4 pasang.. Namun atas keyakinannya prospek akan mencuat dan karena lokasinya berseberangan dengan sekolah SMA yang setiap saat dilalui anak anak sekolah, yang merupakan target pasar Nila. 

Dugaannya tepat dimana produknya digemari anak sekolah. Untuk mengetahui selera anak sekolah melakukan pendekatan kepada mereka dan berdasarkan masukannya bisnisnya produknya mulai lancar, dimana nama produk sepatu Justine dikenal banyak kalangan, sehingga sehari dapat terjual 100 pasang.

Permintaan meningkat tajam dengan tetap mempertahan keunikan produknya. Karena itu setiap bulan mengeluarkan produk barunya, sedang model lama tidak diproduksi lagi. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan produknya tetap ekslusif. Dia tidak memproduksi secara masal karena akan hilang kesan unik dan eksklusifnya. Dia berhasil mendirikan outlet di kawasan Plaza Bandung dan di Jln Buah Batu. Sampai saat ini telah berhasil menciptakan 8000 disain sepatu, dimana setiap model dibuat terbatas.

Walaupun begitu pesatnya penjualan sepatu dan minat yang begitu tinggi, dia tetap mengembangkan usaha tanpa mengorbankan eksklusifitasnya. Untuk ekpansinya memasok sepatu ke toko toko grosir Matahari, Cahaya, Susuya, Yogya, Borobudur, Sarinah, dan Golden jaya untuk memenuhi pembeli.

Meskipun diletakkan di departemen store, tetapi letaknya tetap eksklusif di counter khusus. Strategi ini cukup berhasil baik dan tetap bisa meraup peluang bisnis, dan jumlah prmintaan cukup menggiurkan tetapi tidak berniat untuk membuat pabrik dan lebih senang menggunakan para pengrajin sebagai pengusaha juga. Untuk mengembangkan usaha bisnis sepatunya untuk anak anak, pakaian jadi dan tas semua disainnya dikerjakan sendiri.

Dari kasus ini dapat dipelajari bagaimana mengembangkan produk berdasarkan hasil kajian pasar, penetapan strategi pemasaran dengan menetapkan segmen pasar tertentu yang gemar terhadap eksklusif dan kemampuan mendisain produk sebagai keunggulan kompetitifnya.

5. Dukungan Pemerintah

Pemerintah mendukung pemberdayaan KUMKM dengan mengembangkan jaringan pasar. Kegiatan dilakukan untuk mengembangkan jaringan pasar, baik pasar domestik maupun internasional Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah:promosi produk dan KUMKM melalui; 
(a) misi dagang, 
(b) pameran pameran promosi baik didalam maupun diluar negeri, misi dagang dan kontak bisnis, 
(c) pengembangan pusat promosi bisnis (trading house) dan 
(d) informasi pasar berbasis teknologi, informasi (e-commmerce), peningkatan akses bagi infrormasi dan transaksi usaha KUMKM, pengembangan website UMKM keseluruh website perwakilan luar negeri.


B. Latihan Kelompok

  1. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok sesuai dengan minat masing peserta, dimana untuk setiap kelompok memilih jenis usaha yang berbeda dari pelaku UMKM dan masing masing menetapkan ketua dan sekretaris kelompok untuk melakukan diskusi kelompok, 
  2. Masing masing kelompok peserta untuk memilih jenis usaha misalnya agribis (pertanian, peternakan, perikanan, industri rumah tangga kerajinan rakyat),
  3. Diskusikan proses produksi dan pengembangan produk sebagai hasil kreasi dan inovasi setiap jenis usaha. Apakah pengembangan produksi berdasarkan hasil kajian sederhana atau berdasarkan pengalaman melakukan pembinaan kepada UMKM. Mengapa produk lama harus dikembangkan? Berikan alasannya
  4. Setelah selesai menetapkan produk itu harus dikembangkan kompetensi apa yang harus ditingkatkan kepada kelompok pebisnis UMKM ?
  5. Komitmen apa yang harus dikembangkan dan dikordisaikan oleh instansi pembina dalam mengembangkan produk tersebut ?
  6. Lembaga pendukung apa yang perlu dikordinasikan dalam mengembangkanproduk unggulan. (Misalnya lembaga riset sebagai sumber inovasi, penyedia bahan baku, lembaga keuangan, lembaga pemasaran, atau pusat promosi infra struktur)


C. Rangkuman

Barang yang dipasarkan mempunyai daur hidup, sendiri sendiri, yaitu daya untuk tetap dibutuhkan masyarakat ada yang lama atau yang singkat.Ada empat daur hidup sebagai: 
  1. Tahapan Perkenalan, pada waktu itu masyarakat konsumen belum mengenalnya dan memerlukan pengenalan terhadap manfaat barang sehingga timbul perasaan memerlukannya, 
  2. Tahapan pengembangan, pada waktu itu masyarakat konsumen telah merasakan kebutuhannya terhadap barang dan kebutuhan itu terus meningkat, sehingga diperlukan peningkatan kemampuan untuk memenuhi permintaan. 
  3. Tahapan stabilisasi, dimana perusahaan yang menghasilkan barang perlu memantapkan pasar bagi hasil produksinya. Jika suatu barang ternyata disukai konsumen, maka pemakaian banyak produksi yang sama dipasarkan karena banyak pengusaha ikut memasarkannya. Dalam keadaan demikian perusahaan harus berusaha memantapkan pasarnya. 
  4. Tahapan menurun dan menghilangnya kebutuhan terhadap barang yang bersangkutan, biasanya karena ada barang lain yang menggantikannya atau karena msayarakat konsumen sudah bosan.

Harga jual barang adalah biaya biaya untuk menghasilkan barang ditambah dengan keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan. Untuk menentukan harga jual barang atau jasa yang dihasilkan, karena ada faktor lain yang perlu ditelaah.

Upaya untuk membangkitkan timbulnya kebutuhan masyarakat dapat dilakukan dengan promosi misalnya dengan iklan. Iklan dan promosi harus dibuat sedemikian rupa sehingga masyarakat, atau kelompok tertentu (segmen pasar) merasa perlu mendapatkan dan membeli barang yang bersangkutan.

Pedagang eceran adalah salah satu pihak yang dapat mendekatkan sumber persediaan barang kepada kosumen, sehingga konsumen tidak perlu menempuh jarak jauh untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu perlu ada pihak lain yang berdiri ditengah–tengah yaitu para penyalur. 

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama