A. Konsep dasar pemasaran

Beberapa konsep dasar yang perlu dipahami adalah sebagai berikut: Needs yang menggambarkan kebutuhan dasar manusia seperti pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, rekreasi dsb. Needs menjadi keinginan jika kebutuhan tadi telah mengarah pada satu keinginan yang tertentu yang dapat memberikan kepuasan.


Permintaan adalah keinginan terhadap produk jasa yang spesifik atau barang dan didukung oleh ketersediaan dana atau daya beli untuk membayar barang atau jasa. Produk adalah sesuatu yang ditawarkan untuk dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan seseorang.

Brand (merk) adalah suatu yang ditawarkan dari satu sumber yang diketahui sumbernya yang telah menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.

Konsep pemasaran: adalah 
(1) Kepuasan Pelanggan, 
(2) Total usaha Perusahaan terhadap barang yang dihasilkan dan 
(3) Keuntungan bagi penghasil barang dan jasa,.

Pada saat ini terjadi perubahan tentang persepsi manajemen pemasaran. Persepsi manajemen pemasaran saat ini berfokus pada: Strateji, hal hal yang essensial, berorientasi pada jangka panjang, dan berbasis komunikasi, dengan menggunakan berbagai media teknologi komunikasi yang canggih dan dikendalikan pelanggan.

Mengingat terjadi perubahan tentang persepsi pemasaran, maka orientasi pemasaran juga berubah. Pada tahun 1950an - 1980 berdasarkan:Produk driven, kemudian production driven, penggunaan technology driven. Kemudian berdasarkan pada market driven, - market focused, costumer –driven pada tahun 1980an. Kemudian berubah menjadi market driving-innovation driven pada tahun 1990-an.

Pemasaran adalah suatu proses sosial dimana ada kelompok masyarakat atau individu ingin memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan secara bebas produk atau jasa yang bernilai dengan pihak lain (Philip Kotler).

Untuk memahami konsep pemasaran ada tiga kunci dasar yaitu: Segmentasi; Mengenali kelompok pasar yang berkaitan dengan potensi dan target yang ada dan perbedaan masing masing dalam kelompok tersebut. Memilih target atau kelompok sasaran yaitu Targeting; Memilih kelompok yang akan menjadi fokus pasar dengan menggunakan media komunikasi, kampanye, penawaran. Mendudukan pesan apa yang ingin disampaikn dan apa yang diinginkan dari target sasaran dalam menilai bisnis atau Positioning.

Persepsi manajemen pemasaran saat ini befokus pada:
Strateji, 
Essensial,
Jangka Panjang, 
Berbasis Komunikasi, 
Dikendalikan konsumen

Perubahan orientasi Pemasaran:
Produc driven, - Production driven, technology driven. (1950, 1980) Market driven, -market focused, cosumer – driven (1980an) Market driving-innovation driven ( 1990-an)

Pemasaran adalah suatu proses sosial dimana ada kelompo atau individu ingin memenuhi kebutuhannya melalui menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan secara b atau jasa yang bernilai dengan pihak lain (Philip K) 

Kunci Pemahaman Pemasaran (Konsep S Segmentasi; Mengenali kelompok pasar (potensi dan Perbedaan masing masing dalam kelo Targeting; Memilih kelompok yang akan menjad (komunikasi, kampanye,

Aktivitas pemasaran

Jenis usaha yang dikembangkan pada kawasan sentra produk unggulan melakukan proses produksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan/masyarakat. Proses menikmati barang atau jasa tidak mungkin dapat berjalan tanpa proses jual-beli antara penghasil produk dengan konsumen.

Bila proses jual-beli tersebut tidak berlangsung, maka barang atau jasa yang dihasilkan oleh pelaku UMKM tidak akan sampai ke konsumen, dengan demikian kebutuhan masyarakat tidak akan terpenuhi. Sebaliknya pebisnis UMKM yang menghasilkan barang juga tidak dapat menjual barangnya, sehingga tidak mencapai tujuannya untuk mendapatkan keuntungan.

Pemasaran merupakan suatu fungsi yang luas yang mempengaruhi seluruh aspek operasi bisnis UMKM, sebab berawal dan berakhir pada konsumen, oleh karena itu tujuan pokok dari pelaku UMKM adalah melayani kesejahteraan pelanggan/konsumen, maka adalah esensial agar operasi bisnis UMKM diarahkan kepada sasaran ini.

Pemasaran adalah proses dalam masyarakat, di mana struktur permintaan akan barang ekonomis dan jasa-jasa diantisipasi, disebarluaskan dan dipenuhi melalui konsepsi, promosi, pertukaran, dan distribusi fisik dari barang-barang dan jasa-jasa tersebut seperti yang diungkapakan oleh Kotler seperti seperti diuraikan di atas.

Pada hakekatnya pemasaran meliputi berbagai upaya untuk menumbuhkan permintaan efektif terhadap produk yang dihasilkan oleh pebisnis UMKM, sehingga terjadi proses jual beli dan kebutuhan konsumen dapat terpuaskan serta tujuan pebisnis UMKM untuk mendapatkan keuntungan juga dapat tercapai.

Terjadinya transaksi barang dapat dilakukan di pasar. Pasar diartikan sebagai:

a. Pasar tempat pertemuan antara pembeli dan penjual dan terjadinya penyerahan barang atau jasa.
b. Sebagai jumlah total permintaan atas barang,
c. Keadaan dan kekuatan yang menentukan harga barang,
d. Sekumpulan orang atau badan yang mempunyai kebutuhan atas suatu produk dan mempunyai daya beli.


1. Fungsi pemasaran.
Proses pemasaran mengandung beberapa fungsi yang harus ditampung oleh pihak produsen UMKM dan lembaga atau mata rantai distribusi produknya, dan sering kali terjadi masalah yang harus dipecahkan baik oleh produsen maupun lembaga distributor penyalur barang.

Fungsi fungsi yang dimaksud adalah 
(1) Pembelian, pengumpulan dan atau asembling, pengemasan, 
(2) penjualan atau selling, penyebaran atau distribusi, 
(3) pengangkutan atau transportasi, 
(4) penyimpanan atau storage, 
(5) pembiayaan atau pendanaan (Financing), 
(6) risiko atau risk taking, 
(7) informasi pasar.

Berbagai kegiatan pemasaran meliputi:
  • a. Perencanaan dan keputusan mengenai jenis barang yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetetif. Dalam perencanaan dan keputusan itu juga tercakup mutu barang yang akan dihasilkan yang ditujukan untuk masyarakat konsumen yang mana, atau segmen konsumen yang mana, pemberian merek/tanda agar barang mudah dikenal oleh konsumen,
  • b. Perencanaan dan penentuan harga penjualan dari produk yang ditawarkan kepada konsumen, dimana turut diperhitungkan juga faktor faktor yang ikut menentukan nilai jual barang.
  • c. Perencanaan dan penentuan kelompok sasaran konsumen yang akan didorong untuk membeli produk/jasa, baik ditinjau dari segi daerah tempat tinggal, tingkat daya beli, tingkat kehidupan dan kelompok konsumen.
  • d. Perencanaan dan penentuan penyampaian produk kepada konsumen, apakah langsung dengan cara eceran, atau melalui badan penyalur, atau distributor.
  • e. Mempengaruhi masyarakat konsumen agar tertarik akan produk perusahaan melalui promosi.
  • f. Segala upaya dalam kegiatan pemasaran perlu dilandasi dengan pengetahuan mengenai: Perilaku dan kesukaan masyarakat konsumen, selera pilihan sesuai dengan pengelompokan berdasarkan tempat tinggal, tingkat kehidupan, jenis kelamin dan usia. 
  • g. Mengidentifikasi berapa kebutuhan yang ada dari tiap segmen masyarakat konsumen, apakah senantiasa tetap, atau berubah. Kalau kebutuhan sifatnya berubah ubah bagaimana pola perubahannya, menurut musim atau tanggal. 
  • h. Jika permintaan barang belum terasa apakah dapat memperkenalkan produk baru. 
  • i. Mengkaji penyaing yang menghasilkan jenis barang baru yang juga menjualnya kepada kalangan konsumen yang sama. Perlu juga dikaji berapa besar kemampuan pesaing dalam mengisi kebutuhan masyarakat.

2. Pengemasan

Pengemasan sebagai salah satu dari sub fungsi pemasaran dari fungsi pembelian dan pengumpulan suatu produk. Pelaku UMKM masih sangat kurang memperhatikan tentang pengemasan produk yang dihasilkan. Banyak produk produk unggulan khususnya hasil agribisnis memerlukan pengemasan yang baik, tetapi kegiatan ini lebih banyak ditangani oleh para pedagang pengumpul, yang merupakan bagian dari fungsi pemasaran. Kegiatan ini dimulai dari tahap setelah pasca panen atau setelah pengolahan produk hasil hasil pertanian, Misalnya produk pindang bandeng, atau produk hasil pengolahan buah buahan dan sayuran..

Para pelaku UMKM dalam bidang industri dan agroindustri memerlukan pengetahuan dasar dasar pengemasan, khususnya bagi barang barang yang akan dipasarkan ke pasar regional atau ekspor. Barang barang tersebut biasanya disampaikan dalam bentuk kemasan atau pembungkus kepada konsumen.

Fungsi utama dari kemasan adalah untuk melindungi barang yang dijual kepada konsumen agar tidak rusak, karena penguruh udara, benturan, kotoran, pengambilan sebagian. Kemasan juga mempunyai fungsi tambahan untuk menambah daya tarik perhatian konsumen dan memudahklan penyerahan kepada konsumen. Misalnya menjual sirop markisa dalam botol dan diberi etiket. Karena itu dalam upaya pemasaran perlu memikirkan disain kemasan untuk menarik konsumen, misalnya dengan warna dan gambar.

Kemasan adalah bagian yang sangat penting dari produk agribisnis (khususnya perikanan dan tanaman pangan dan hortikultura). Kemasan bertujuan untuk mewadahi, melindungi, dan mempresentasikan produk. Kemasan yang dilakukan oleh pengolala skala kecil (UMKM) pada umumnya jauh dari persyaratan mutu yang ditentukan dan penampilan kurang menarik. Sedangkan disisi lain masih banyak kemasan yang tidak sesuai dengan produk yang dikemas. Oleh karena itu pemilihan bahan pengemas dan cara pengemasannya harus disesuaikan dengan sifat produk, lama penyimpanan dan kondisi yang diperlukan. 

Pemilihan kemasan/wadah yang tepat akan membantu mempertahankan mutu produk yang dikemas. Dengan berkembangnya peralatan pengemas yang umumnya bersifat konsumenpac memberikan kemudahan dalam pengembangan pemasaran. Keuntungan dari tipe pengemas modern ini selain memberikan penampilan yang menarik juga berfungsi untuk melindungi adanya kerusakan produk, sehingga memungkinkan untuk dipasarkan/ didistribusikan dalam waktu relatif lama dan tempat yang jauh.

Kemasan berfungsi sebagai wadah.
Wadah dari produk yang merupakan fungsi dasar dari kemasan karena pengemas harus menahan produk tetap dalam satu unit selama transportasi dan penyimpanan. Jadi fungsi kemasan di sini mempermudah pengangkutan atau supaya produk tidak berserakan, karena tidak semua produk dapat dipindahkan satu persatu bahkan ada produk yang bila tidak menggunakan kemasan tidak mungkin dapat dipindahkan dari satu tempat ketempat lainnya.

Melindungi dan mengawetkan produk.
Selama transit, penyimpanan dan display pada tempat penjualan dan akhirnya dibawa dan disimpan di rumah konsumen. Pengemasan mempengaruhi keamanan (safety) mutu dan daya awet dari produk. Untuk produk tertentu pemilihan sistim pengemasan dan bahan pengemas akan mampu menahan daya awet.

Untuk melindungi produk perlu mengetahui karateristik produk tersebut, misalnya makanan, yaitu: Tidak terlalu kuat secara mekanis; Mudah mengalami perubahan kadar air dilingkungannya; Memberikan media bagi pertumbuhan bakteri; Mudah mengalami reaksi kimia.

Sebagai pelindung, pengemas tidak hanya melindungi produk yang dikemas tetapi juga merupakan pelindung dari lingkungan dimana produk tersebut berada, diantaranya memberikan perlindungan terhadap uap air agar tidak bebas keluar masuk kemasan dengan menggunakan kemasan kedap air. Memberikan perlindungan terhadap zat folatil dimana bahan pengemas yang dipakai kedap gas dan uap air. Selain itu memberikan perlindungan terhadap oksigen, invektasi serangga dan perlindungan bahan yang rapuh.

Mempresentasikan produk,
Salah satu strategi pemasaran suatu produk adalah menarik calon pembeli diantaranya melalui: (1) Penampilan yang menarik dengan warna, bentuk dan disain yang baik, (2) Sumber informasi mengenai produk; (3) Memuat pesan- pesan dari produsen; (4) Mempermudah atau memberi kenyamanan.

Muatan pesan, disain dari pengemasan sangat erat hubungannya dengan dunia iklan (advertansi). Tujuan dari penggunaan grafis, warna, dan bentuk adalah untuk memberikan image terhadap merek (brand) dan produk itu sendiri. Iklan yang baik harus memberikan perhatian pada pengemas yang merupakan presentasi dari produk ditempat pemasaran. Pengemas yang mudah dikenal seperti penggunaan logo atau merek (brand) tertentu akan memberikan kemudahan kepada konsumen untuk membeli kembali produk tersebut. Sering kali desain pengemasan dapat digunakan untuk memberi rasa familiar sehingga konsumen membeli produk lain dari perusahaan yang sama. Pemasaran yang sukses juga memerlukan pengemas yang memuat informasi seperti nilai nutrisi atau rekomendasi mengenai metode penyimpanan, pengolahan dan penyajian.

Persyaratan bahan pengemas. Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan, dalam menentukan pilihan bentuk dan bahan kemasan yaitu :
  • a. Tidak bersifat toksin (beracun) baik langsung maupun tidak lansung maupun tidak
  • b. Mudah dan aman untuk mengeluarkan isi
  • c. Melindungi bahan terhadap tumpahan, penguapan, kotoran, debu, serangga, serangan mikroorganisme
  • d. Harga murah
  • e. Secara fisik tahan terhadap keretakan, gesekan, perubahan suhu/cuaca

Selain itu ada beberapa sifat penting bahan pengemas yang harus diperhatikan yaitu:
  • a. Sifat permeabilitas (dapat ditembus) terhadap air. Sifat ini mempunyai keistimewaan dapat meloloskan air atau garam. Wadah yang dibuat dengan sifat ini tidak boleh untuk mengemas produk yang mempunyai kandungan air yang tinggi, juga untuk produk kering yang harus disimpan dalam kondisi kelembaban tinggi.
  • b. Sifat permeabilitas terhadap lemak. Wadah ini mempunyai keistimewaan dapat meloloskan lemak atau menghidap lemak dari luar (melewati bahan ini). Karena itu tidak boleh mengemas produk yang mempunyai kandungan lemak tinggi.
  • c. Sifat permeabilitas terhadap uap air.Tidak cocok untuk mengemas produk dengan kadar air tinggi, sebab dapat kering bila disimpan pada ruangan yang kelembabannya rendah.
  • d. Sifat perrneabilitas terhadap gas. Wadah ini bersifat dapat meloloskan gas, misalnya oksigen. Sehingga untuk mencegah produk
  • yang dikemas dari terjadinya oksigeil lemak harus digunakan bahan pengemas dengan sifat permeabilitas terhadap oksigen harus sekecil mungkin.
  • e. Sifat permeabilitas terhadap aroma. Wadah ini mampu meloloskan aroma. Karena itu sifat ini harus sekecil mungkin untuk melindungi kehilangan aroma atau masuknya aroma asing kedalam wadah.
  • f. Mempunyai daya tahan terhadap panas.Sifat ini artinya konstan pada suhu penyimpanan atau suhu suhu yang terjadi. 

Dalam perancangan pengemasan, disamping seleksi bahan baku yang bersyarat menarik dan tidak merugikan, juga peralatan serta metode pengemasan yang hemat serta disain yang serasi. Kemasan produk juga harus memenuhi persyaratan fisik seperti tahan retak, kikisan, gesekan, perubahan suhu serta cuaca dan kelembaban yang lama.

Bahan Pengemas. Pada umumnya jenis bahan pengemas untuk produk agrobisnis amat bervariasi sesuai dengan tujuan kegunaan produk tersebut. Misalnya produk perikanan dikemas dalam kaleng, botol gelas, wadah kertas dan kantong plastik (plastik pouches) atau wadah dimana dapat mempertahankan selama distribusi. Bahan kemasan kaleng untuk produk perikanan biasanya dibuat dari lembaran logam tipis (0,2 - 0,4 mm) dengan komposisi kimia: belerang, pospor, silisium dan mangan. Bentuk botol (jars) biasanya digunakan untuk ikan dalam bentuk asin yang diberi bumbu vinegar dan cream saus. Keuntungan kemasan botol ini adalah dapat digunakan lebih dari satu kali dan transparan sehingga dapat melihat produk tanpa harus membukanya. Kerugiannya adalah kemasan ini mudah pecah dan berat.

a. Kertas/Karton.
Masih akan bertahan untuk jangka waktu yang lama. Hal ini karena harga yang murah, mudah diperoleh dan penggunaannya luas. Untuk produks perikanan, misalnya kertas/karton digunakan untuk produk yang sudah dikemas dalam kaleng, kantong plastik (plastic pouches) atau produk beku (master countainer). 

Sifat pengemasan dari kertas sangat bervariasi tergantung dari proses pembuatannya dan perlakuan tambahan yang diberikan. Sifat fisiko kimia kertas, seperti permeabilitas terhadap cairan, uap dan gas, dapat dimodifikasi dengan penjenuhan, pelapisan dan laminating. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk tujuan ini termasuk malam (waxes), piastik, resin, gum, adhesif dan bahan lainnya. 

Sifat ketahanan air dari kertas akan lebih baik dan lebih kuat bila dilapisi dengan lilin. Kertas lilin (waxed paper) ini mempunyai peranan yang sangat pesting dalam pembungkus bahan-bahan yang lengket seperti permen, mentega. Penggunaan kertas lilin mulai berkurang setelah dite;nukan Kertas selofan atau almunium foil dan lebih terdesak lagi setelah ditemukan bermacam-macam plastik pada tahun 1950-an.

b. Plastik.
Dalam dua dasawarsa terakhir, kemasan plastik telah mampu merebut pangsa pasar kemasan dunia yang awalnya didominasi oleh kemasan kaleng dan gelas. Jenis bahan kemasan dari plastik yang fleksibel (luwes) diantaranya adalah polietilen (PE), polipropilen (PP), polyester, nilon serta film vinil menempati 53% dari jumlah plastik yang digunakan untuk mengemas makanan. Sedangkan plastik dengan kemasan kaku banyak digunakan untuk minuman beverage. 

Keunggulan kemasan plastik karena sifatnya yang kuat tetapi ringan, inert, tidak karetan dan termoplastis (heat seal) serta dapat diberi warna. Sedangkan kelemahannya adalah pada zat monomer dan molekul kecil lain dari plastik yang pindah ke dalam produk. Di pasaran diperkirakan banyak dijumpai bahan kemasan yang sebenarnya kurang cocok dengan jenis makanan yang sifatnya perlu dilindungi. Kesalahan material kemasan dapat mengakibatkan kerusakan bahan makanan yang dikemas.

Berikut adalah contoh-contoh:
  • a. Kerupuk ikan, produk tersebut memerlukan perlindungan terhadap kelembaban oleh karena itu kemasan yang digunakan harus memiliki ketahanan (barrier) terhadap uap air misalr,ya LDPE (Low Density Poly Ethylene),
  • b. Keripik memerlukan kemasan yang mekiliki ketahanan terhadap oksigen dan uap air serta lemak. Kemasan yang tepat adalah PVCP (poly vinylidenc- chlorida) yang dilapisi selofan atau dilaminasi alumunium atau PVDC glassin.
  • c. Produk daging ikan, untuk mempertahankan kesegaran, kernasan yang tepat yaitu kemasan yang tinggi daya transmisi oksigen dan tinggi tingkat pencegahan hilangnya kadar air. Kemasan yang cocok adalah PVDC.


Beberapa plastik baru sebagai bahan pengemas yang baik ketahanannya adalah metalized polythylene (PET), almunium foil, polylofelin dan ethylene high vinyl alcohol copolymer1.

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama