Setelah proses pembelajaran ini peserta mampu mengidentifikasi sifat sifat wirausaha dan profil wirausaha, menumbuhkembangkan wirausaha, dan menyusun rencana tindak penberdayaan wirausahawan UMKM

Sifat Sifat Wirausaha

1.    Percaya diri

  1. Kepercayaan (keteguhan)
  2. Ketidaktergantungan, kepribadian 
  3. Optimisme

Sifat ini dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat dan saran orang lain. Dalam memutuskan sesuatu harus dipertimbangkan dengan baik dan harus optimis. Orang yang tinggi percaya diri adalah orang yang sudah matang jasmani dan rohaninya. Karakteristik kematangan  seseorang  adalah  ia  tidak  tergantung  pada  orang  lain,  dia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, objektif dan kritis. Emosionalnya stabil, tingkat sosialnya tinggi, mau menolong orang lain dan dekat dengan sang Pencipta.

2.    Berorientasi Tugas dan hasil :

a.    Kebutuhan atau haus akan prestasi;
b.    Berorientasi laba atau hasil;
c.    Tekun dan tabah;
d.    Tekad, kerja keras, motivasi;
e.    Energik;
f.     Penuh inisiatif.

Sifat  ini lebih mengutamakan prestasi, setelah berhasil prestise akan naik. Anak  muda selalu  memikirkan prestise lebih dulu dan prestasi kemudian, tidak  akan  mengalami  kemajuan.  Seorang  yang  ingin  menjadi  pedagang namun malu  dan gengsi menjinjing dagangannya dengan angkot  sehingga naik taksi, maka orang tersebut tidak akan maju.

Berbagai  motivasi  akan  muncul  dalam  bisnis  jika  kita  berusaha menyingkirkan prestise. Kita akan mampu bekerja keras, enerjik, tanpa malu dilihat teman, asal pekerjaan yang dilakukan itu halal.

3.    Sikap terhadap risiko.

Seorang usahawan mampu mengambil resiko dan suka pada pada tantangan. Watak seperti ini dibawa ke dalam wirausaha yang juga penuh dengan resiko dan tantangan seperti persaingan, harga turun naik, barang tidak laku. Semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan. Seorang wirausahawan adalah penentu resiko dan bukan sebagai penanggung resiko. Ketika  menetapkan  keputusan,  telah  memahami  secara  sadar  resiko  yang bakal dihadapi. Dalam hal penerapan inovasi merupakan usaha yang kreatif untuk memperkecil terjadinya resiko.

4.    Kepemimpinan.

Seorang usahawan mampu memimpin, dapat bergaul dengan orang lain, dan menanggapi saran dan kritik. Ada pemimpin yang disenangi oleh bawahan, mudah memimpin sekelompok orang, ia diikuti, dipercaya oleh bawahannya. Ada pemimpin yang tidak disenangi bawahan atau ia tidak senang kepada bawahannya, banyak curiga kepada bawahan, selalu mengawasi bawahannya. Pemimpin  yang  baik  harus  mau  menerima  kritik  dari  bawahan,  harus responsif.   Kepemimpinan  adalah  faktor  kunci  bagi  seorang  wirausaha. Dengan  keunggulan  dalam  memimpin  seorang  wirausaha  akan memperhatikan sasaran, hubungan kerja personal dan efektivitas.

5.    Cara pengambilan keputusan

Orang yang dapat memecahkan masalah secara kreatif sadar bahwa kedua otaknya (kiri dan kanan) melakukan proses pemikiran. Otak Kiri berfungsi menganalisis atau menjawab pertanyaan-pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana. Sedangkan Otak Kanan berfungsi melakukan pemikiran kreatif tanpa didahului  suatu  argumentasi.  Seorang  wirausahawan  adalah  mereka yang cenderung didominasi oleh otak kanan. Itulah yang mendorong bekerjanya intuisi dan inisiatif seorang wirausaha yang seakan-akan memiliki indera keenam.

6.    Sikap Tanggap terhadap perubahan

Sikap tanggap wirausahawan terhadap perubahan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. Setiap perubahan oleh wirausahawan dianggap mengandung peluang yang merupakan masukan untuk pengambilan keputusan. Inovatif (pembaharuan), inovasi selalu membawa perkembangan dan perubahan ekonomi. Inovasi yang dimaksud adalah berdayagunanya sumber ekonomi kearah yang lebih produktif. 

7.    Bekerja Ekonomis dan Efisien

Seorang wirausahawan melakukan kegiatannya dengan gaya yang smart (cerdas, pintar, dan bijak). Ia bekerja keras, ekonomis dan efisien, guna mencapai hasil yang maksimal.

8.    Berorientasi ke masa depan

Seorang usahawan harus berpandangan ke depan dan perspektif. Sorang usahawan harus memiliki visi masa depan , Visi pada hakekatnya merupakan pencerminan komitmen, kompetensi dan konsistensi untuk dicapai.

9.    Kecerdasan Wirausaha

Kecerdasan wirausaha adalah kemampuan seseorang dalam mengenali dan mengelola  diri  serta  berbagai  peluang  maupun  sumber  daya  di sekitarnya secara kreatif untuk menciptakan nilai tambah maksimal bagi dirinya secara berkelanjutan dengan melakukan perubahan kebiasaan atau transformasi yang telah melembaga pada diri seseorang. Dengan demikian kecerdasan wirausaha adalah mengembangkan jiwa kewirausahaan.

“Apa yang diuraikan dibawah ini pada dasarnya telah melekat pada sifat sifat wirausaha yang telah dikemukakan di atas. Tetapi yang ditekankan di bawah ini adalah merubah kebiasaan dan menegaskan kembali apa yang dirubah sehingga melembaga pada diri seorang usahawan”.

Kecerdasan  wirausaha  bukan  sekedar  ketrampilan  membangun  bisnis  semata, tetapi lebih dari itu adalah sebuah pola pikir dan pola tindak yang menghasilkan kreativitas dan inovasi yang bertujuan untuk senantiasa memberikan nilai tambah dari setiap sumber daya yang dimiliki.

Seseorang  dapat  menjadi  usahawan  yang  sukses  dan  mencapai  kemapanan finansial untuk  meraih  semua  diimpikan. Tuhan  menciptakan  manusia dengan memberikan anugrah yang luar biasa kepada manusia, yaitu: kesadaran diri, imajinasi,   hati   kecil   (conscience),   dan   kehendak   bebas   untuk   menyadari keberadaan dan misi hidup kita, serta mengambil keputusan untuk menjadi (to be) apapun yang kita impikan.


Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama