Meningkatkan Semangat kewirausahaan

Suatu  cara  meningkatkan  kewirausahaan dilakukan  dengan  memadukan perwatakan pribadi, sumber daya keuangan dan sumber-sumber daya lingkungan. Setiap Wirausaha memiliki perwatakan yang unik yang perlu diidentifikasi karakteristik watak mereka.

Semangat kewirausahaan sudah ada sebelum kemerdekaan bahkan sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dahulu. Kewirausahaan berkembang walaupun tingkat perkembangan sesuai dengan kondisi pada zaman abad itu. Kalau mau mengakui kebenaran sejarah seperti sejarah kerajaan-kerajaan pesisir di Nusantara bahwa bangsa kita sesungguhnya adalah Bangsa Wiraswasta / Wirausaha. 

Semangat kewirausahaan nenek moyang kita tergolong maju untuk ukuran pada saat itu, bahkan telah memasuki tingkat internasional. Dengan masuknya VOC ke Indonesia, penjajah mendidik bangsa kita menjadi kuli. Hal ini semata-mata untuk kepentingan penjajah.


Semangat Kewirausahaan

Penjajah menyadari bahwa kalau semangat kewirausahaan dibiarkan terus berkembang di negeri ini maka akan menimbulkan semangat nasionalisme dan kemerdekaan. Hal ini tentu merupakan suatu ancaman yang amat berbahaya bagi kokohnya penjajahan mereka.

Dengan memahami betapa pentingnya pengembangan dunia kewirausahaan, dan diharapkan dapat membangkitkan gairah atau semangat kewirausahaan guna membantu pemerintah sesuai tingkat kemampuannya.

Pada dasarnya pengembangan jiwa kewirausahaan lebih berfokus pada “sikap mental” masyarakat yaitu bagian daripada sosial budaya. Hakekat berwirausaha adalah  menciptakan  lapangan  pekerjaan,  jangan  menggantungkan  diri  kepada orang  lain,  ini  bukan  berarti  meniadakan  atau  menghilangkan  sifat  bantu- membantu sesama masyarakat tetapi untuk mendorong masyarakat agar percaya pada diri sendiri dan berani membuka lapangan usaha baru.

Kewirausahaan pada dasarnya menyangkut sikap mental yang ingin maju, penuh tanggung jawab, baik pada sendiri, pada keluarga, pada bangsa dan negara; berdedikasi, percaya pada kemampuan sendiri, percaya pada kekuasaan pencipta; penuh   inisiatif,   menolong   dan   menghargai   sesamanya,   bersedia   berkorban walaupun demi orang lain, jujur, berbudi luhur.

Sikap wirausahawan haruslah percaya kepada kekuasaan sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa tidak akan mengubah nasib manusia apabila manusia itu sendiri tidak merubahnya. Seorang wirausaha harus berbuat apa yang menjadi impianya menjadi kenyataan, dan haruslah berusaha mencapainya, dan merealisaikan tindakan melalui pemikiran strategis apa yang hendak dilakukan, sehingga berhasil apa yang telah direncanakan dan yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan usahanya jika dilaksanakan sesuai dengan etika dan moral serta tidak bertentangan perintah- NYA.

Untuk memiliki mentalitas yang kuat diperlukan syarat syarat, antara lain:

1. Ada kemauan yang keras, keinginan dan tekad untuk bisa berdiri diatas kaki sendiri;
2. Ada keberanian, keyakinan percaya pada diri sendiri, atas kemampuan yang ada;
3. Ada ketekunan, kesanggupan dan daya upaya diarahkan pada pencapaian tujuan;
4.     Ada disiplin, usaha menepati memperbaiki guna menciptakan hasil;
5.     Ada ilmu sebagai pendukung. 


Dalam rangka membangun ekonomi masyarakat diperlukan “manusia-manusia mandiri” yang berjiwa mandiri yang penuh inisiatif, kreatif dan penuh tanggungjawab. Keterkaitan antara kewirausahaan dengan masalah kependudukan maka dapat dilihat berbagai faktor dasar:

  1. Wirausahawan adalah “pencipta lapangan kerja” dan bukan “pencari kerja”.
  2. Wirausahawan adalah “pelayan masyarakat”, yang memebrikan layanan pada segala kebutuhan masyarakat.
  3. Produktivitas wirausahawan dapat dilihat pada “besar kecil” masyarakat yang dilayani baik kualitas maupun kuantitas. Semakin baik kualitas dan jumlah masyarakat yang dilayani, semakin besar produktivitasnya.
  4. Sumber daya alam yang saat ini telah terkuras dan dengan jumlah penduduk yang besar, maka cukup relevan untuk mengembangkan wirausahawan.
  5. Ledakan   penduduk   yang   menimbulkan   masalah   pengangguran   karena kekurangan lapangan kerja maka dengan mengembangkan para usahawan diharapkan  akan  menumbuhkan  kesempatan kerja  yang  dapat  mengurangi pengangguran.


Dalam   menghadapi   perdagangan   bebas   maka   para   wirausahawan   harus berkembang lebih maju baik kelompok pengusaha besar maupun kecil cara meningkatkan: manajemen usaha, kualitas sumber daya manusia, permodalan, pemasaran dan akses alokasi investasi dan kredit khususnya kepada para pebisnis UKM.

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama