APAKAH EKONOMETRIKA ITU ?

Secara harfiah Ekonometrika berarti  “pengukuran ekonomi”. Meskipun pengukuran merupakan satu bagian penting dari Ekonometrika, ruang lingkup Ekonometrika jauh lebih luas. 

Econometrics, the result of a certain outlook on the role of economics, consists of the application of mathematical statistics to economic data to lend empirical support to the models constructed by mathematical economics and to obtain numerical results
Ekonometrika merupakan hasil dari suatu pandangan khusus atas peranan ilmu ekonomi, terdiri dari penerapan statistika matematik atas data ekonomi untuk memberikan dukungan empiris model yang disusun dengan ilmu ekonomi matematis dan untuk memperoleh hasil dalam angka (numerical result)


 . . econometrics may be defined as the quantitative analysis of actual economic phenomena based on the concurrent development of theory and observation, related by appropriate methods of inference
Analisis kuantitatif dari fenomena ekonomi yang  sebenarnya (aktual) yang didasarkan pada pengembangan yang bersamaan dari teori dan pengamatan dengan metode inferensi yang sesuai.

Econometrics may be defined as the social science in which the tools of economic theory, mathematics, and statistical inference are applied to the analysis of economic phenomena
Ilmu sosial dimana alat-alat teori ekonomi, matematika dan statistik inferensi diterapkan untuk analisis fenomena ekonomi.

Econometrics is concerned with the empirical determination of economic laws
Ekonometrika berkenaan dengan penentuan empiris hukum ekonomi. 

WHY A SEPARATE DISCIPLINE?

Economic theory, makes statements or hypotheses that are mostly qualitative in nature
Teori ekonomi membuat pernyataan atau hipotesis yang sebagian besar bersifat kualitatif. 

Contoh: Teori ekonomi mikro (harga barang dengan jumlah permintaan). Hal ini merupakan pekerjaan seorang ahli ekonometri untuk memberikan dugaan dalam angka. Dengan kata lain Ekonometrika yang memberikan isi empiris kepada sebagian besar teori ekonomi.

mathematical economics, to express economic theory in mathematical form (equations) without regard to measurability or empirical verification of the theory
Ekonomi Matematis: kadang perlu pembuktian empiris dengan persamaan matematis yang diajukan oleh ahli ekonomi sehingga perlu pengujian empiris.

Pengubahan persamaan matematis ke dalam persamaan ekonometri memerlukan kecerdikan dalam kecakapan praktis.

Economic statistics, collecting, processing, and presenting economic data in the form of charts and tables of employment, unemployment, prices, etc. Mathematical statistics, used in the trade, special methods in view of the unique nature of most economic data, namely, that the data are not generated as the result of a controlled experiment

Cabang Ekonomerika

Ekonometrika sebagai disiplin ilmu tersendiri dibagi dua kategori:
1. Ekonometrika Teori, berkaitan dengan metode untuk mengukur ekonomi dibentuk dengan model ekonomi.
2.  Ekonometrika Terapan, digunakan untuk studi empiris di area ekonomi dan bisnis seperti: fungsi produksi, analisis sektor finansial, fungsi investasi, konsumsi, tabungan dan lain-lain.

Metodologi Ekonometrika

Ekonometrika sebagai alat pengukuran ekonomi mempunyai metodologi tertentu.
Ekonometrika Mengukur variabel-variabel dan hubungannya (dalam regresi). Teori Ekonomi, dibuat model matematika dalam hubungannya dengan permintaan. Misalnya: Besarnya permintaan tergantung dari:
1. Harga Barang itu sendiri (P)
2. Harga Barang lain  (Po)
3. Pendapatan ( Y )
4. Taste ( T ), dan lain-lain.
Q = f ( P,  Po,  Y ,  T )

Fungsi Permintaan dalam model Matematika:
Model Ekonometrika ditambah faktor lain, yaitu:

Tujuan Mempelajari  Ekonometrika:

Analisis : Verifikasi teori dan test empirik
Policy making : estimate koefisien bi dapat dihitung elastisitasnya, multipliernya dan sebagainya.
Forecasting : ramalan pada waktu yang akan datang.

Misalnya pada Teori Ekonomi Makro: 
perubahan pendapatan sebesar Rp1.000,- diberikan oleh pengganda konsumsi (consumption multiplier = M).  Kalau MPC = 0,75, maka M
Perekonomian 2 (dua) sektor
Angka Multiplier 4, artinya jika pendapatan seseorang meningkat seribu rupiah, akan menyebabkan peningkatan 4 kali lipat dalam pengeluaran konsumsi.

Nilai kritis (penting) dalam perhitungan ini adalah multiplier yang tergantung dari nilai MPC. Jadi penaksir kuantitatif MPC memberi informasi yang bernilai untuk tujuan kebijakan. Dengan mengetahui MPC, seseorang dapat meramalkan jalannya konsumsi di masa yang akan datang mengikuti perubahan kebijakan pajak dan subsidi pemerintah.


Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama