Permasalahan disekitar penarikan aktiva tetap yaitu :
Penjualan Aktiva Tetap
Penukaran Aktiva Tetap
Laba-Rugi Penarikan Aktiva Tetap

hal-hal terkait dengan aktiva tetap yaitu :
Audit dan Rasio Aktiva Tetap
Penilaian Investasi atas Aktiva Tetap
Sekilas mengenai Aktiva Tetap Sumber Alam

PENJUALAN AKTIVA TETAP

Salah satu jenis penarikan aktiva adalah PENJUALAN AKTIVA TETAP. Perlakuan Akuntansinya (Prosedur, perhitungan, pencatatan dan pelaporannya) akan dibahas lebih lanjut, termasuk aspek perpajakannya.


Pada dasarnya, tidak satupun perusahaan bermaksud dan merencanakan untuk menjual aktiva tetapnya, karena aktiva tetap dibeli dimaksudkan untuk dipergunakan selama umur ekonomisnya untuk menjaga kelangsungan usaha (entah untuk berproduksi, dijadikan tempat usaha, dijadikan peralatan kerja, dan lain sebagainya). Akan tetapi ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan perusahaan menjual aktiva tetapnya, antara lain:

Karena perusahaan kekurangan supply dana, sehingga perusahaan dengan terpaksa menjual aktiva tetap-nya untuk memperoleh tambahan dana entah untuk modal kerja, atau untuk memenuhi kewajiban (bayar hutang) jangka pendek/panjangnya.

Karena perusahaan berganti jenis produk, sehingga mesin-mesin dan perlatan tertentu tidak diperlukan lagi (tidak memberi manfaat lagi). Hal ini biasanya terjadi pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang memproduksi “fast moving product”, misalnya: Perusahaan Apparel, perubahan trend mode akan membuat perusahaan tidak mempergunakan mesin untuk jenis pengerjaan bagian tertentu lagi.

Karena perusahaan berganti technology, misalnya: perusahaan menjual semua komputer ber spesifikasi Pentium III, karena perusahaan akan membeli komputer yang berspefisifikasi Pentium IV. Atau perusahaan menjual monitor non-flat karena akan menggunakan flat-monitor.
Karena perusahaan akan ditutup (berhenti beroperasi) karena alasan tertentu.

Prosedur dan Perlakuan Akuntansi atas penjualan Aktiva Tetap

Pada garis besarnya prosedur dan jurnal penjualan aktiva tetap hanya terdiri dari 2 (dua) langkah saja, yaitu:
1. Update Buku Aktiva yang dijual
2. Hapus Aktiva Tetap
Tentu saja ada beberapa langkah detail dari masing-masing langkah di atas

Contoh Kasus:
Pada tanggal 18 April 2008, PT. ROYAL BALI CEMERLANG menjual salah satu mesin produksinya seharga Rp 15,000,000. Dahulunya dibeli pada tanggal 22 February 2005 dengan harga perolehan sebesar Rp 25,000,000.

Catatan:
PT. Royal Bali Cemerlang menggunakan metode garis lurus untuk menghitung penyusutan aktiva tetapnya, tanpa “Salvage Value (nilai residu)”, umur ekonomis (life time) mesin diperkirakan 8 Tahun. Posisi Aktiva Tetap Mesin PT. Royal Bali Cemerlang per 31 Des 2007 adalah sebagai berikut:
Perolehan = Rp 25,000,000
Accum Deprec = (Rp 8,854,167)
----------------------------------------
Nilai Buku = Rp 16,145,833
Prosedur dan Perlakuan-nya:

1. Update Buku Aktiva Tetap
Hitung Penyusutan 01 January – 18 Maret 2008:
Karena mesin dijual pada tanggal 18 April 2008, dimana tanggal 18 sudah melewati tengah bulan, oleh karenanya untuk bulan April dianggap mesin telah dipergunakan selama satu bulan penuh (jika dibawah tanggal 15 maka dianggap belum dipergunakan), maka.

Penyusutan 01 Jan – 18 Apr 2008: 4/12 x (25,000,000/8) = Rp 1,041,667

Bebankan Penyusutan dengan jurnal:
Depreciation Rp 1,041,667
Accum Deprec Rp 1,041,667
Catatan: Jurnal di atas akan menambah "Depreciation Cost" dan menambah "Accum Deprec" mesin sebesar Rp 1,041,667. Sehingga "Accum Deprec Mesin" per tanggal 18 April 2008 adalah:

Accum Deprec per 31 Dec 2007 = Rp 8,854,167
Accum Deprec 01 Jan-18 Apr 2008 = Rp 1,041,667
Accum Deprec per 18 April 2008 = Rp 9.895,833

Dan nilai "Buku Aktiva Tetap Mesin" per 18 April 2008 adalah:
Rp 25,000,000 – Rp 9,895,833 = Rp 15,104,167

Langkah berikutnya adalah penghapusan
2. Penghapusan Aktiva Tetap Mesin
Aktiva Tetap Mesin dihapus dengan jurnal:
Kas/Piutang Rp 15,000,000
Accum Deprec Mesin Rp 9,895,833
Rugi Penjualan Aktiva Rp 104,167
Aktiva Tetap Mesin Rp 25,000,000
Catatan:

Jurnal di atas akan:
Menghapus Aktiva Tetap Mesin dan Akumulasi penyusutannya. Penghapusan terjadi karena posting Aktiva Tetap Mesin di masukkan di credit (berlawanan dengan perolehan aktiva tetap mesin yang berada di debit) dan Deprec Accum di masukkan ke sisi Debit (berlawanan dengan saldonya yang berada di sisi kredit).
Mencatat Kas masuk atau mengakui piutang sebesar nilai penjualan
Mengakui Rugi Penjualan Aktiva Tetap sebesar selisih antara harga perolehan dengan (Kas+ Accum Deprec), dengan kata lain selisih antara nilai buku aktiva tetap setelah di-update dengan nilai penjualan.

Bagaimana jika mesin dijual seharga Rp 16,000,000?
Jurnalnya:
Kas/Piutang Rp 16,000,000
Accum Deprec Mesin Rp 9,895,833
Aktiva Tetap Mesin Rp 25,000,000
Laba Penjualan Aktiva Rp 895,833
Catatan: terjadi Laba dan diakui sebagai Laba Penjualan Aktiva Tetap sebesar Rp 895,833, yang dihitung dengan cara mencari selisih antara Nilai Buku Aktiva Tetap Mesin dengan Nilai Penjualan (Rp 6,000,000 - Rp 15,104,167).

Pelaporan Laba/Rugi Penjualan Aktiva Tetap

Laba atau Rugi Penjualan Aktiva Tetap di laporkan pada “Laporan Laba/Rugi” masuk dalam kelompok “Pendapatan Lain-Lain” bernilai positif jika untung, dan bernilai negative jika rugi.

Laba/Rugi Penjualan Aktiva Tetap Pada Laporan Laba/Rugi Fiskal
Laba/Rugi atas PENJUALAN AKTIVA TETAP adalah Obyek pajak PPh Badan, sehingga dalam Laporan Laba/Rugi Fiskal, Laba/Rugi Penjualan Aktiva Tetap juga masuk ke dalam pendapatan lain-lain, bernilai positif jika untung, dan bernilai negative jika rugi. Sedangkan pada SPT PPh Badan (Pasal 29), Laba/Rugi atas PENJUALAN AKTIVA TETAP di masukkan pada kelompok “Laba/Rugi Penjualan Aktiva".

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama