1. Prosedur Identifikasi dan Kriteria Produk Unggulan

Ada beberapa cara atau teknik kuantifikasi untuk mengidentifikasi atau mengetahui suatu produk dikatakan sebagai produk unggulan. Pada tulisan ini akan dikemukakan dua cara saja, yaitu: Menghitung besarnya indeks forward dan backward (analisis Tabel Input-Output).

Keterkaitan ke depan menyatakan akibat dari suatu sektor atau produk tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan output` bagi sektor tersebut baik secara langsung dan tidak langsung per unit kenaikan permintaan total.


Keterkaitan ke belakang menyatakan akibat dari suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut per unit kenaikan permintaan total.

Suatu produk akan menjadi produk unggulan bila nilai forward linkage dan backward linkage lebih besar dari satu, dan backward spread effect dan forward spread effect lebih kecil dari satu. Kriteria ini dikenal dengan nama Rasmussen’s dual criterion (Daryanto and Morison, 1992).

Cara identifikasi yang lebih mudah dan sederhana serta praktis dengan penentuan produk unggulan didasarkan pada kriteria tertentu, kemudian kriteria tersebut diberi skor ( scoring ) agar dapat disusun prioritas pengembangannya.

Dibawah ini adalah contoh kriteria yang digunakan dan bobot penilaiannya (skor) dalam mengidentifikasi produk unggulan di Sangihe Talaud adalah (Kepel et al, 2000), seperti dapat dilihat pada Tabel: 3.1.

Tabel 3.1 Kriteria dan bobot nilai mengidentifisi
No.
Kriteria
Kecil
Sedang
Besar
1
Ketersediaan sumberdaya alam
1
2
3
2
Ketersediaan sumberdaya buatan
1
2
3
3
Ketersediaan sumberdaya manusia
1
2
3
4
Kontribusi        terhadap        perekonomian kawasan
1
2
3
5
Kemungkinan  dikembangkan  dalam  skala ekonomi
1
2
3
6
Penyerapan tenaga kerja
1
2
3
7
Dampak pengembangan sosial
1
2
3
8
Peluang Potensi pasar lokal/regional
1
2
3
9
Peluang Potensi pasar ekspor
1
2
3
10
Hambatan       biaya,       teknologi       dan
kelembagaan
1
2
3

Berdasarkan kriteria tersebut, maka dapat dilakukan penilaian secara komparatif akan tampak bahwa produk yang menempati urutan pertama sebagai  produk  unggulan,  karena  mempunyai  skor  total  yang  tertinggi terhadap lainnya. Implikasinya adalah kegiatan ekonomi dan investasi selayaknya diarahkan kepada sentra komoditi/produk unggulan tersebut dan dapat diarahkan pada kluster suatu produk.

2.    Kriteria Produk Unggulan

Kriteria produk unggulan perlu ditetapkan terlebih dahulu, karena hal tersebut merupakan prasyarat untuk tumbuh berkembangnya produk unggulan di suatu sentra unggulan, antara lain sebagai berikut:
  1. Berbasis  pada  potensi  sumber  daya  lokal,  sehingga  produknya  dapat dijadikan keunggulan komparatif. Apabila sumber daya berasal dari luar daerah/negeri, maka di kawasan produk unggulan harus membuat nilai tambah melalui rekayasa proses dan produk.
  2. Memiliki pasar lokal atau domestik yang besar dan memiliki peluang yang  besar  untuk  diekspor.  Dalam  rangka  meningkatkan  pendapatan devisa, maka fokus pengembangan kawasan produk unggulan juga harus diarahkan ke pasar ekspor.
  3. Produknya  dapat  mendorong  tumbuhnya  berbagai  kegiatan  ekonomi lainnya, sehingga mampu memberi kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah.
  4. Memiliki dukungan sumber daya manusia yang memadai serta ditunjang dari hasil penelitian serta pengembangan yang tepat sasaran, selain didukung finansial yang cukup. 
  5. Memiliki kelayakan ekonomi dan finansial untuk tetap bertahan, bahkan berkembang secara berkelanjutan.
  6. Adapun prioritas produk unggulan  yang akan dikembangkan di suatu daerah adalah produk produk yang mempunyai daya saing tinggi, baik lokal maupun ekspor.

3.    Analisis Faktor Penentu Daya Saing Sentra Produk Unggulan

Faktor penentu keunggulan daya saing sentra produksi mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Porter (1990). Keunggulan daya saing suatu wilayah ditentukan oleh empat faktor pokok dan dua faktor penunjang.

Empat faktor produksi yang dimaksud adalah kondisi :
  1. Faktor produksi  (production factor),
  2. Kondisi Permintaan ( demand condition)
  3. Industri-industri terkait dan industri pendukung 
  4. Strategi perusahaan, struktur dan persaingan

Sedangkan dua faktor penunjangnya adalah:
a.    Peluang dan
b.    Peranan pemerintah. 

Faktor-faktor penentu Keunggulan daya saing wilayah/ kawasan (diadopsi)

4.    Perencanaan Pengembangan Sentra Produksi Unggulan

Perencanaan  pengembangan  sentra  produk  unggulan  harus mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan sentra produk unggulan perlu dikaji dan dianalisis yang mencakup:

Potensi Kawasan yang dapat dikembangkan dan dieksploitasi meliputi:
a.    sumber daya alam;
b.    sumber daya manusia;
c.    sumber daya buatan;
d.    permodalan;
e.    iklim usaha yang kondusif;
f.     kemitraan yang dapat dimanfaatkan;
g.    fasilitas pelayanan yang menunjang manajemen kawasan;

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama