1.    Pengembangan kompetensi pribadi wirausahawan

Untuk menjadi wirausaha yang berhasil antara lain:

  1. Wirausaha sebagai pribadi; seorang wirausaha harus berusaha belajar dari  waktu  ke  waktu,  harus  sadar  untuk  meningkatkan  produktifitas usaha.
  2. Menjadikan wirausaha dalam pekerjaan seseorang; berwirausaha adalah suatu  gaya  hidup  dan  prinsip-prinsip  tertentu  dalam  pekerjaannya, bersifat fleksibel, imaginative, mampu merencanakan, mengambil keputusan dan mengambil keputusan untuk mencapai tujuan.
  3. Sikap mental; para wirausaha memiliki pandangan hidup yang sehat, dan merupakan individu-individu yang matang.
  4. Bersikap  positif;  para  wirausaha  menggunakan  sikap  positifnya  untuk mengendalikan keadaan, sehingga memudahkannya untuk memfokuskan diri pada kegiatan atau kejadian serta hasil-hasil yang ingin dicapainya.
  5. Kebiasaan dan sikap; kebiasaan-kebiasaan baik yang diperoleh sesorang merupakan harta yang sangat penting, untuk menjadikan kegiatan lebih produktif.

2.    Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan

Seorang pemimpin yang efektif akan selalu mencari cara-cara yang lebih baik, percaya pada pertumbuhan dan mempunyai sifat-sifat yang baik antara lain: Mengembangkan sifat pemimpin; sifat-sifat ini harus dikembangkan, karena tiap-tiap berbeda kemampuan kepemimpinannya.

Perilaku sebagai pemimpin; berperilaku sebagai pemimpin ada dua macam 
  1. berorientasi pada tugas, yang menetapkan sasaran, merencanakan dan mencapai sasaran dengan jelas. 
  2. Berorientasi pada seseorang yang memotivasi, dan membina hubungan manusiawi.


Memimpin orang lain; kemampuan memimpin orang lain merupakan aspek penting bagi seorang pemimpin dan kemampuan mencapai hasil melalui kerjasama dengan orang lain. Memimpin dan memotivasi orang lain; wirausaha merupakan motivator bagi karyawan yang berhasil.

Beberapa metode yang digunakan pemimpin untuk memotivasi stafnya antara lain:
  1. Bangun harga diri karyawan 
  2. Berilah informasi
  3. Delegasikan kekuasaan dan tanggung jawab 
  4. Membina kontak 
  5. Analislah problemnya, bukan orangnya 
  6. Terapkan prinsip pengukuhan.

3.    Pengembangan kompetensi mengambil resiko

Wirausaha mendapat kepuasan besar apabila berhasil dalam melaksanakan tugas yang penuh resiko. Situasi resiko, adalah suatu keadaan yang harus dipilih diantara dua alternatif, dimana  hasilnya  tidak dapat  diketahui atau  harus  dinilai secara  subyektif, karena kemungkinan berhasil atau gagal (50%: 50%).

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mengambil keputusan dalam situasi yang penuh ketidakpastian, sambil memprediksikan kemungkinan berhasil atau gagal antara lain:
a.    Daya tarik setiap alternatif
b.    Sejauh mana seorang wirausaha bersedia rugi 
c.    Kemungkinan relatif sukses dan gagal
d.    Seberapa jauh seorang dapat meningkatkan kemungkinan berhasil dan gagal.

Mengembangkan ide-ide kreatif
a. Pengambilan  resiko  dan kreativitas  merupakan  dua  ciri  penting  pada wirausaha.
b.    Dengan berusaha menjadi lebih kreatif, akan menghasilkan ide-ide yang lebih produktif. Seorang wirausaha akan lebih siap mengambil resiko untuk melaksanakan ide-ide yang produktif.

Mendelegasikan wewenang dan tanggungjawab.
a. Seorang   wirausaha   adalah   seorang   pemimpin   dalam   arti   bahwa mengarahkan kegiatan-kegiatan orang lain dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Seorang pemimpin organisasi harus bersedia memberikan wewenang  dan  tanggung  jawabnya  kepada  stafnya  untuk  kegiatan tertentu.
b.  Mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada stafnya mengandung  resiko  yang  negatif  atau  positif  dan  harus  menanggung
akibatnya. Pelimpahan wewenang yang berhasil, akan semakin banyak waktu  baginya  untuk  menangani  kegiatan  lainnya  untuk  keberhasilan masa depan.

4.    Pengembangan Kompetensi mengambil keputusan

Seorang wirausaha harus kreatif, terutama dalam mengambil keputusan. Seorang wirausaha harus punya kepercayaan diri yang teguh dan yakin bahwa mampu membuat keputusan yang tepat. Sukses sebagai wirausaha tergantung pada kemampuannya mengambil keputusan-keputusan yang meningkatkan  kemampuan  bisnis  yang  akan dating.

Menjadi seorang pengambil keputusan.
Seorang wirausaha semakin berpengalaman dalam mengambil keputusan, semakin besar pula kepercayaan dirinya dan semakin berorientasi pada tindakan.

Pemecahan persoalan.
Metode   ilmiah   yang   digunakan   sebagai   langkah-langkah   pemecahan persoalan antara lain:
a.    Kenalilah persoalannya secara umum
b.    Tentukan fakta-fakta penting yang berkaitan dengannya 
c.    Identifikasikanlah problem-problem utama
d.    Identifikasikanlah problem-problem yang terkait 
e.    Carilah sebab-sebab problem itu
f.     Pertimbangkanlah berbagai kemungkinan jalan keluar dari problem itu
g.   Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan. 
h.   Laksanakanlah cara penyelesaiannya
i.    Periksalah cara penyelesaiannya itu tepat.

Mengambil Keputusan.
Pedoman untuk mengambil keputusan kunci adalah sebagai berikut:
a. Tentukan    fakta    dari    persoalan    yang    sudah    dikenal,    jangan mencampuradukkan antara fakta dan opini.
b.    Identifikasi bidang manakah dari persoalan tadi yang tidak berdasarkan fakta.
c.    Di  bidang  ini  wirausaha  menggunakan  logika,  penalaran,  dan  intuisi untuk mencapai tujuan.
d.    Ambilah resiko yang sedang saja, jika terdapat ketidakpastian.
e. Keputusan-keputusan  haruslah  diuji-coba  dulu.  Hal  ini  mengurangi resiko dan memungkinkan seorang wirausaha menilai hasil-hasilnya sebelum membuat keputusan.

5.   Mengembangkan Kompetensi Perencanaan

Perencanaan dan Pengendalian.

a.   Maksud utama perencanaan adalah bagi wirausahawan adalah untuk mendapatkan  informasi  yang  tepat,  pada  waktu  yang  tepat  dan dapat mengambil keputusan yang tepat.
b.    Perencanaan haruslah didasarkan atas kebutuhan-kebutuhan bisnis, tidak atas motif pribadi. 
c.  Perencanaan  dan  pengendalian  bisnis  akan  berhasil  sejauh  kegiatan- kegiatan itu berkaitan langsung kepada kebutuhan dan sasaran-sasaran perusahaan.

Menetapkan Prioritas.
a. Perencanaan   bisnis   mencakup   penentuan   prioritas.   Dalam   proses pengembangan operasional kegiatan usaha ada beberapa langkah yang harus diambil secara bersama.
b.    Keputusan yang harus diambil berdasarkan prioritas utama, apalagi jika
hasil dari pelaksanaan keputusan utama ikut menentukan atau merupakan persyaratan hasil pelaksanaan keputusan berikutnya.

6.    Pengembangan kompetensi mengelola waktu secara efektif

Manajemen Waktu.
Seorang   wirausaha   harus   menggunakan   waktu   sebaik-baiknya   untuk mencapai hasil, misalnya menentukan tujuan-tujuan, menentukan batas waktu, mengalokasikan waktu setiap kegiatan penting.

Teknik-teknik Manajemen Waktu.
a.    Identifikasi tujuan-tujuan khusus 
b.    Motifasi dari dalam
c.    Tetapkan batas waktu
d.    Manfaatkan telpon
e.    Buatlah catatan untuk hal-hal yang penting 
f.     Janganlah melakukan segala-galanya
g.    Tetapkan waktu.

Mengurangi tekanan waktu.Untuk mengurangi tekanan sehari-hari di dalam kehidupan bekerja maupun pribadi, seorang wirausaha perlu memakai teknik- teknik manajemen waktu yang efektif.

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama