Definisi Iklan 

Segala bentuk pesan yang disampaikan oleh suatu media yang dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat (PPPI) 

Any form of nonpersonal presentation and promotion of ideas, goods, and services usually paid for by an identified sponsor. (Dominick, Joseph. The Dynamics of Mass Communication : Media in the Digital Age)
baca : Pengertian, Teori, Profesi, Kasus Etika
Globalisasi dalam komunikasi pemasaran (khususnya periklanan) dicermati punya kemampuan memicu sikap individualis atau perilaku materialis. Kritik dan kekhawatiran akan budaya iklan muncul di masyarakat, dengan asumsi bahwa sebagian konsumen memiliki keterbatasan dalam menilai iklan, hingga dapat mengakibatkan budaya konsumtif yang pasif. Iklan kerap dituding berorientasi hanya pada keuntungan bisnis dan mengabaikan dampak sosial budaya di masyarakat.  

Fungsi dan Manfaat Iklan 

Fungsi Iklan 

Periklanan dibedakan dalam dua fungsi : fungsi informatif dan fungsi persuasif. Tetapi pada kenyataannya tidak ada iklan yang semata-mata informatif dan tidak ada iklan yang semata-mata persuasif. Iklan tentang produk baru biasanya mempunyai unsur informasi yang kuat. Misalnya iklan tentang tempat pariwisata dan iklan tentang harga makanan di toko swalayan. Sedangkan iklan tentang produk yang ada banyak mereknya akan memiliki unsur persuasif yang lebih menonjol, seperti iklan tentang pakaian  bermerek dan rumah. 

Manfaat Iklan

a) Manfaat Ekonomi Periklanan 
Iklan dapat memainkan peran penting dalam proses oleh sistem ekonomi yang dipandu oleh norma-norma moral dan responsif terhadap kepentingan umum memberikan kontribusi bagi pembangunan manusia. Dalam sistem tersebut, iklan dapat menjadi alat yang berguna  untuk mempertahankan dan bertanggung jawab secara etis  kompetisi yang jujur yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dalam pelayanan pembangunan manusia otentik. Semua ini dapat berkontribusi untuk penciptaan lapangan kerja  baru, pendapatan yang lebih tinggi dan layak dan manusiawi cara yang lebih hidup untuk semua.  

b) Manfaat Iklan Politik
Iklan politik dapat memberikan kontribusi untuk demokrasi analog dengan kontribusinya terhadap ekonomi kesejahteraan dalam suatu sistem pasar yang dipandu oleh norma-norma moral. bebas dan bertanggung jawab media Seperti dalam sistem demokrasi membantu untuk melawan kecenderungan terhadap monopoli kekuasaan di bagian oligarchies dan minat khusus, iklan politik sehingga dapat memberikan kontribusi dengan menginformasikan orang tentang ide-ide dan usulan kebijakan partai dan kandidat, termasuk baru calon yang sebelumnya tidak dikenal masyarakat. 

c) Manfaat Budaya Periklanan
iklan dapat berkontribusi pada perbaikan masyarakat dengan mengangkat inspirasi orang-orang  dan memotivasi mereka untuk bertindak dengan cara yang menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Iklan dapat mencerahkan hidup hanya dengan menjadi cerdas, enak dan menghibur.  
pelajari : Prinsip Hak dan Kewajiban Dalam Bisnis

Bahaya Iklan

Tidak ada yang secara intrinsik baik atau jahat secara intrinsik tentang  periklanan., karena iklan hanyalah alat, suatu instrumen: dapat digunakan dengan baik, dan dapat digunakan dengan buruk.  
a) Bahaya Ekonomi Periklanan
Iklan dapat mengkhianati perannya sebagai sumber informasi dengan keliru dan dengan menahan fakta yang relevan. Kadang-kadang juga, fungsi informasi dari media dapat digerogoti oleh 'tekanan pengiklan iklan tidak hanya digunakan untuk menginformasikan melainkan untuk membujuk dan memotivasi - untuk meyakinkan orang untuk bertindak dengan cara tertentu: membeli produk atau layanan tertentu, merendahkan lembaga-lembaga tertentu, dan sejenisnya. Di sinilah pelanggaran tertentu dapat terjadi. 

b) Bahaya Periklanan Politik
iklan politik dapat mendukung dan membantu kerja proses demokrasi, tetapi juga dapat menghalanginya.  iklan politik berusaha untuk mengubah pandangan dan catatan serangan lawan yang tidak adil atas reputasi mereka. Ini terjadi ketika menarik lebih banyak iklan untuk : membangkitkan emosi dan naluri dasar orang,  untuk keegoisan, permusuhan terhadap orang lain, dan etnis  atau prasangka rasial dan sejenisnya ., daripada beralasan rasa keadilan dan kebaikan semua orang. 

c) Bahaya Budaya Periklanan
Periklanan juga dapat memiliki pengaruh yang merusak terhadap budaya dan nilai-nilai budaya.Kita telah berbicara tentang kerugian ekonomi yang dapat dilakukan untuk negara-negara berkembang oleh iklan yang mendorong konsumerisme dan pola konsumsi destruktif.  
referensi pendukung : Prinsip Utilitarianisme Dalam Bisnis

Aspek Perlindungan Konsumen dalam Beriklan 

Kita dapat mengidentifikasi beberapa prinsip-prinsip moral yang relevan dengan iklan. Kita akan berbicara singkat dari : kebenaran, martabat pribadi manusia, dan tanggung jawab sosial. 

a) Periklanan dan  kebenaran
Beberapa iklan yang sederhana dan sengaja tidak benar. meskipun masalah kebenaran dalam periklanan agak lebih halus: bahwa iklan mengatakan apa yang terang-terangan palsu, tetapi iklan dapat memutarbalikkan kebenaran dengan menyiratkan hal-hal yang tidak begitu atau menahan fakta yang relevan.  Iklan,  merupakan bentuk lain ekspresi, memiliki konvensi sendiri dan bentuk penyesuaian dgn mode, dan ini harus dipertimbangkan ketika membahas kebenaran.  

b) Martabat Pribadi Manusia 
Ada keharusan persyaratan "" bahwa iklan "menghormati pribadi  manusia, rightduty untuk membuat pilihan yang bertanggung jawab, kebebasan kreatifitasnya. Iklan dapat melanggar martabat manusia baik melalui isinya - apa yang diiklankan, cara yang diiklankan . Masalah ini sangat akut di mana kelompok-kelompok rentan terutama anak-anak dan kaum muda, orang tua, orang miskin, orang  yang kurang beruntung. 

Banyak iklan yang ditujukan pada anak-anak tampaknya mudah percaya mencoba untuk mengeksploitasi mereka dan sugesti, dengan harapan bahwa mereka akan memberikan tekanan pada orangtua mereka untuk membeli produk yang tidak memiliki manfaat nyata bagi mereka. Iklan seperti ini menentang martabat dan hak-hak anak-anak dan orang tua; itu terasa menganggu pada hubungan orangtua-anak. 

c) Iklan dan Tanggung Jawab Sosial
Manipulasi melalui iklan atau cara apapun merupakan tindakan yang tidak etis.
Ada 2 cara untuk memanipulasi orang dengan periklanan :

1.Subliminal advertising
Maksudnya adalah teknik periklanan yang sekilas menyampaikan suatu pesan dengan begitu cepat, sehingga tidak dipersepsikan dengan sadar, tapi  tinggal di bawah ambang kesadaran. Teknik ini bisa dipakai di bidang visual  maupun audio. Teknik subliminal bisa sangat efektif, contohnya, dalam sebuah bioskop di New Jersey yang menyisipkan sebuah pesan subliminal dalam film yang isinya “Lapar. Makan popcorn”. Dan konon waktu istirahat popcorn jauh lebih laris dari biasa.

2. Iklan yang ditujukan kepada anak
Iklan seperti ini pun harus dianggap kurang etis, Karena anak mudah  dimanipulasi dan dipermainkan. Iklan yang ditujukan langsung kepada anak  tidak bisa dinilai lain daripada manipulasi saja dan karena itu harus ditolak  sebagai tidak etis.

Penilaian Etis Terhadap Iklan 

Hal yang menjadi sorotan masalah iklan adalah sejauhmana komitmen moral atau etika bisnis yang dimiliki perusahaan dalam mempertanggungjawabkan materi atau isi pesan yang disampaikan kepada masyarakat.

Etis

Etis : berkaitan dengan kepantasan, Apakah iklan itu pantas untuk ditayangkan? secara etika memang iklan haruslah memuat sesuatu yang jujur tapi bukan berarti lalai dengan ke-etis-an iklan tersebut. Sebagai contoh, seorang produsen mengiklankan produk pembalut wanita, tidak mungkin seorang produsen memperlihatkan secara realistis dengan memperlihatkan daerah kepribadian wanita tersebut, atau iklan sabun mandi, tidak mungkin juga para produsen mengiklankan sabun mandi dengan memperlihatkan orang mandi secara utuh. Karena hal itu berkaitan juga dengan norma-norma, yang berlaku dalam masyarakat.  Jadi intinya iklan harus menampilakan sesuatu yang pantas yang tidak bertentangan dengan norma-nama, atau kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat tersebut

Estetis

Estetis berkaitan dengan kelayakan, kepada siapa iklan itu ditujukan siapa  target marketnya, siapa target audiennya, kapan iklan terebut harus ditayangkan. Produsen rokok selalu menayangkan iklannya pada waktuwaktu dimana anak kecil sudah tidur. Ya.. Memang harus demikian, karena iklan itu hanya ditujukan untuk orang dewasa.

Estetika

Berkaitan dengan keindahan, seni. Selain etis, estetis iklan juga harus mengandung daya tarik seni, estetika. Agar iklan itu mach, dan tidak membosankan selain itu iklan dengan estetika yang baik, juga akan mengundang daya tarik khalayak (desire) untuk memperhatikan iklan tersebut dan kemudian melakukan action membeli dan menggunakan produk tersebut. 

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama