Mengapa Belajar Teori Ekonomi?

Teori ekonomi pada hakikatnya mempunyai dua tema pokok yakni kelangkaan (scarcity) dan efisiensi. Di lain pihak, kebutuhan manusia tidak terbatas dan saling bersaing (competing needs).
Jenis-jenis kebutuhan: pangan, sandang, papan, budaya, sosial, teknologi, aktualisasi diri.

Ilmu ekonomi: ilmu yang mempelajari

(a) bagaimana masyarakat menggunakan sumberdaya yang terbatas (scrace resources) untuk menghasilkan komoditas yang berguna dan mendistribusikannya kepada orang yang berbeda. (Samuelson dan Nordhaus)
(b) penggunaan sumberdaya yang terbatas untuk memuaskan kebutuhan manusia yang tidak terbatas (Lipsey dan Courant)

Bidang kajian ilmu ekonomi:


  • menganalisis bagaimana teknologi dan lembaga masyarakat mempengaruhi harga dan alokasi sumberdaya dengan penggunaan yang berbeda
  • mempelajari perilaku pasar keuangan.
  • mengkaji distribusi pendapatan dan menjelaskan cara membantu golongan masyarakat berpendapatan rendah tanpa mengganggu kinerja perekonomian.
  • mempelajari daur bisnis (business cycles) dan mengkaji bagaimana kebijakan moneter digunakan untuk mengurangi pengangguran dan inflasi. 
  • mempelajari pola perdagangan antarbangsa dan menganalisis pengaruh rintangan dagang (trade barriers).
  • menilik pertumbuhan di negara berkembang dan memberi jalan keluar terhadap penggunaan sumberdaya yang lebih efisien. 
  • membahas bagaimana kebijakan pemerintah dapat digunakan untuk mencapai pertumbuhan yang lebih cepat, dan penggunaan sumberdaya yang lebih efisien, peningkatan lapangan kerja, kestabilan harga, dan tagihan pendapatan yang lebih adil.
  • Kelangkaan berarti keputusan harus dibuat dan pengambilan keputusan mengandung biaya (no such thing as a free lunch). Science of choice (pilihan)

KATA KUNCI DALAM TEORI EKONOMI

 Kebutuhan yang tidak terbatas dan saling bersaing.
 Kelangkaan sumberdaya (scarcity of reseources)
 Menghasilkan barang yang bermanfaat.
 Mendistribusikan kepada kelompok masyarakat yang berbeda.
 Apa, bagaimana, dan kepada siapa yang diringkas dari 5W1H (what, who, where, when, why, dan how?).  

TIGA MASALAH POKOK ORGANISASI EKONOMI

  1. Ilmu ekonomi membahas enam pertanyaan pokok: apa/berapa (what), siapa/oleh, dari dan untuk siapa (who), kapan (when), di mana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how) caranya menghasilkan produksi untuk kesejahteraan masyarakat?
  2. Pertanyaan itu diringkas dalam tiga masalah pokok, yaitu (a) barang apa yang dihasilkan dan berapa jumlah barang yang dihasilkan? (b) bagaimana barang itu dihasilkan, dan (c) untuk siapa barang itu dihasilkan?

PENDEKATAN NORMATIF DAN POSITIF

Pendekatan ekonomi normatif menganut norma keadilan dan persepsi etik tentang apa dan siapa seharusnya yang menghasilkan, mendistribusikan, dan menikmati barang ekonomi. Tidak ada jawaban yang benar atau salah terhadap pertanyaan apa, bagaimana, dan siapa karena jawabannya mengandung etika dan nilai. Selain melalui analisis ekonomi, pemecahannya dilakukan dengan alasan dan keputusan politik. Pendekatan ekonomi positif menjawab pertanyaan apa dan siapa yang menghasilkan, mendistribusikan, dan menikmati barang ekonomi. Jawabannya merujuk pada analisis ekonomi dan kenyataan empiris.

SISTEM EKONOMI

Jawaban terhadap “apa, bagaimana dan kepada siapa” tergantung pada sistem ekonomi yang dianut. Dalam perekonomian komando seperti negara komunis yang menganut komando ekonomi terpusat, pemerintah membuat keputusan penting tentang produksi dan distribusi. Bentuk ekstrim dari sistem ini adalah semua kegiatan ekonomi dikuasai dan dilakukan oleh pemerintah.

Dalam perekonomian pasar yang menganut prinsip laissez-faire, keputusan penting tentang produksi dan konsumsi dibuat oleh orang perseorangan dan perusahaan swasta. Sistem harga, mekanisme pasar, laba, dan insentif lain dalam ekonomi yang menentukan jawaban terhadap apa, bagaimana, dan kepada siapa.

Adam Smith (1776) menyebut invisible hand yang mengatur mekanisme pasar. Bentuk ekstrim sistem yang menganut laissez – faire adalah tidak adanya sama sekali campur tangan pemerintah dalam menentukan “apa, bagaimana dan kepada siapa”, semuanya dilakukan oleh orang perseorangan dan bisnis swasta.

Tidak ada negara yang sepenuhnya menganut dua prinsip yang ekstrim dari perkonomian komando dan laissez-faire. Hampir semua negara masa kini menganut sistem perekonomian bauran (mixed system of economy). Perbedaannya terdapat pada kadar sistem pasar dan sistem komando yang dianut oleh suatu perekonomian.

Pareto Efficient

Pareto efficient pada hakikatnya menunjukkan suatu keadaan perekonomian yang efisien. Suatu perekonomian dikatakan berproduksi dengan efisien jika kegiatan produksi tidak membuat satu orang pun lebih sejahtera tanpa membuat orang lain menjadi tidak lebih sejahtera. (… when it cannot make anyone economically better off without making someone else worse off). Artinya, suatu perubahan diinginkan jika kebijakan itu membuat seseorang lebih sejahtera tanpa membuat orang lain berkurang kesejahteraannya atau orang lain sekurang-kurangnya kesejahteraannya tidak berubah (tetap).

EFISIENSI DAN INEFISIENSI

Efisiensi produksi terjadi bila perekonomian tidak dapat lagi menghasilkan lebih banyak produksi dari suatu barang tanpa mengurangi produksi barang lain yang berarti perekonomian berada dalam tiku kemungkinan produksi. Keadaan ini ditunjukkan oleh titik E dan D pada Gambar 1.

Inefisiensi produksi terjadi bila ada faktor produksi yang tidak digunakan dalam proses produksi. Contohnya adalah setelah krisis moneter dan ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 sebagian sumberdaya yang ada tidak dimanfaatkan dalam proses produksi seperti tenaga kerja, perbankan, dan kapasitas produksi nasional. Keadaan ini ditunjukkan oleh titik A dan E pada Gambar

1. Pemanfaatan sumberdaya yang menganggur mendorong tiku kemungkinan produksi ke titik F.

EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO

 Ilmu ekonomi terdiri atas ekonomi mikro dan ekonomi makro.
 Ekonomi mikro membahas perilaku satuan ekonomi perseorangan (individual economic unit) seperti konsumen, perusahaan, buruh, dan penanam modal.

Ekonomi makro membahas satuan dan besaran ekonomi keseluruhan (aggregate economic units and quantities) seperti pasar barang, pasar uang, fungsi produksi keseluruhan (aggregate production function), pendapatan nasional, tingkat bunga, pengangguran, tingkat harga umum atau inflasi.

Batas ekonomi mikro dan ekonomi makro akhir-akhir ini makin tipis oleh karena ekonomi makro juga sudah membahas pasar keseluruhan (aggregate market) untuk barang dan jasa, uang, tenaga kerja, saham korporasi, dan obligasi. Pemahaman cara bekerja berbagai pasar itu memerlukan penguasaan konsep perilaku konsumen, perusahaan, buruh, dan penanam modal yang terlibat dalam kegiatan ekonomi pasar itu. Jadi, landasan ekonomi mikro makin lama makin terlihat dalam analisis ekonomi makro. Pada dasarnya analisis ekonomi makro merupakan perluasan dari analisis ekonomi mikro dengan satuan dan besaran ekonomi keseluruhan.

DEFINISI EKONOMI MAKRO

 Macroeconomics is the study of the behavior of the economy as a whole. It examines the overall level of a nation’s output, employment, and prices (Samuelson). … the study of mankind in the ordinary business of life; it examines the part of individual and social action which is most closely related with the attainment and with the use of material requisites of (Alfred Marshall).

Empat peubah pokok ekonomi makro: pendapatan nasional, tingkat harga umum, kebekerjaan (employment)/pengangguran(unemployment), tingkat bunga.

Tiga pasar dalam ekonomi makro: pasar barang, pasar uang, dan pasar tenaga kerja serta fungsi produksi semesta (aggregate production function).

LOGIKA EKONOMI

Ekonomi menggunakan analisis ilmiah untuk memahami kehidupan ekonomi seperti keputusan tentang pembelian, penjualan, tawarmenawar, investasi, sewa-menyewa, mempengaruhi (persuading), atau bahkan mengancam (threatening). Masalah ekonomi diamati, data runtun waktu dianalisis menggunakan teori dan hukum ekonomi.

Cabang ilmu ekonomi yang menganalisis berbagai fenomena ekonomi dengan menggunakan teknik khusus adalah ekonometrika yang memanfaatkan matematika dan statistika. Data digunakan untuk menarik simpulan tentang hubungan ekonomi yang sederhana dan yang rumit. Analisis ekonomi harus memperhatikan salah kaprah yang umum terjadi (common fallacies) dalam memberikan alasan dalam hubungan ekonomi. Oleh karena hubungan ekonomi sangat luas dan rumit, ada peluang untuk terjebak dalam memberikan alasan yang tepat dan cermat tentang dampak suatu kebijakan ekonomi.

Salah kaprah yang umum terjadi adalah (1) post hoc fallacy (2) salah kaprah dalam membuat asumsi ceteris paribus dan (3) fallacy of composition

Post Hoc Fallacy

Salah kaprah ini terjadi jika kita menganggap bahwa suatu peristiwa ekonomi terjadi sebelum suatu peristiwa lain terjadi sehingga peristiwa yang pertama menjadi penyebab peristiwa yang kedua. Contohnya adalah krisis moneter/ekonomi yang mendahului ambruknya perbankan sehingga dibuat kebijakan untuk membantu pebankan nasional dengan memberikan BLBI yang ternyata kemudian menimbulkan penyalahgunaan dan tidak sepenuhnya dapat mengangkat perekonomian nasional dari keterpurukan. Contoh lain adalah kenaikan harga mendahului ekspansi bisnis sehingga dibuat kesimpulan bahwa kenaikan upah dan harga merupakan jalan keluar untuk mengatasi depresi besar. Kebijakan diambil dengan menaikkan upah dan harga yang ternyata tidak dapat mengatasi depresi besar yang berkepanjangan.

Salah kaprah dalam membuat asumsi ceteris paribus (hal-hal lain dianggap tetap) 

Kesalahan ini terjadi dalam menentukan hal-hal lain dianggap tetap. Contohnya adalah asumsi harga BBM yang rendah dalam penyusunan APBN padahal ada kecenderungan BBM menaik untuk tahun berjalan dan tahun-tahun berikutnya.

Fallacy of composition

Kesalahan terjadi saat dibuat anggapan bahwa yang berlaku untuk sebagian juga berlaku untuk keseluruhan. Jika tarif yang tinggi diberlakukan terhadap produk tertentu maka produsen industri itu akan meraup laba dan bila tarif yang tinggi diberlakukan untuk semua industri maka semua industri akan meraup laba. Hal itu ternyata tidak betul oleh karen pemberlakuan tarif yang tinggi untuk semua produk industri akan mendapat balasan (retaliasi) dari negara lain yang dapat membuat industri dalam negeri ambruk. Acap terjadi yang berlaku untuk sebagian dari perekonomian sangat berbeda dengan yang berlaku untuk semua bagian atau perekonomian keseluruhan

BIAYA TUMBAL (OPPORTUNITY COST)

Biaya tumbal menggambarkan keputusan tentang pilihan yang diambil oleh pelaku ekonomi. Biaya dari pilihan alternatif yang hilang adalah biaya tumbal suatu keputusan (the cost of forgone alternative of a decision made). Gambar 1 menunjukkan biaya tumbal keputusan untuk menambah papan sebanyak GI dengan mengorbankan pangan sebanyak FH.

Perekonomian kadang-kadang berada di bagian dalam dari tiku kemungkinan harga. (Bisakah perekonomian berada di bagian luarnya?) Sumberdaya bisa menganggur jika terjadi revolusi/perang, peraturan pemerintah yang tidak efisien, dan krisis ekonomi yang menghambat kegiatan ekonomi sehingga perekonomian berada di dalam tiku kemungkinan produksi atau kemunduran dalam perekonomian. Teori ekonomi memberi solusi untuk keluar dari masalah apa, bagaimana, dan siapa guna menggerakkan perekonomian untuk meningkatkan kegiatan ekonomi melalui alokasi sumberdaya yang efisien.

KESIMPULAN

  • Ilmu ekonomi mempelajari bagaimana masyarakat membuat keputusan untuk memilih penggunaan sumberdaya yang terbatas dengan berbagai kemungkinan penggunaan untuk menghasilkan komoditas yang berguna dan bagaimana mendistribusikannya kepada anggota masyarakat yang berbeda-beda yang kebutuhannya saling bersaing.
  • Komoditas terbatas oleh karena keinginan manusia tidak terbatas dan kemampuan perekonomianuntuk menghasilkan komoditas itu terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan itu. Barang ekonomi itu terbatas sehingga orang harus membuat pilihan terbaik.
  • Ekonomi mikro membahas perilaku perseorangan seperti rumah tangga, perusahaan dan pasar sedangkan ekonomi makro membahas kinerja perekonomian secara keseluruhan. 
  • Analisis ekonomi memperhatikan (a) ceteris paribus, (b) post hoc fallacy, dan (c) fallacy of composition.
  • Setiap masyarakat menghadapi masalah dasar ekonomi (a) apa dan berapa (b) bagaimana, dan (c) kepada siapa barang dihasilkan.
  • Jawaban terhadap ketiga masalah itu tergantung dari sistem perekonomian (a) terpusat (b) pasar, dan ( c) bauran (mixed). Hampir semua perekonomian masa kini menganut perkonomian bauran.
  • Tiku kemungkinan produksi menggambarkan bagaimana perekonomian melakukan baku alih (trade off) dalam produksi yang sekaligus menunjukkan biaya tumbal dalam produksi. Jika produksi berada di dalam tiku kemungkinan produksi, ada sumberdaya yang belum termanfaatkan sehingga pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumberdaya yang menganggur
  • Efisiensi produksi tercapai jika penambahan produksi barang tertentu akan mengurangi produksi barang yang lain.

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama