PENGERTIAN MANAJEMEN PERSEDIAAN

Persediaan adalah bahan atau barang yg disimpan yg akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi, ataupun suku cadang.

TUJUAN UTAMA MANAJEMEN PERSEDIAAN

Mengendalikan persediaan agar selalu dpt melayani kebutuhan bahan/barang dengan tepat, dan dengan biaya yang rendah.



FUNGSI MANAJEMEN PERSEDIAAN


  • Menghilangkan risiko keterlambatan pengiriman bahan baku atau barang yang dibutuhkan perusahaan
  • Menghilangkan risiko jika material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan
  • Menghilangkan risiko thdp kenaikan harga barang atau inflasi
  • Untuk menyimpan bahan baku yg dihasilkan secara musiman sehingga perusahaan tidak akan kesulitan bila bahan  tersebut tidak tersedia di pasaran
  • Mendapatkan keuntungan dr pembelian berdasarkan potongan kuantitas (quantity discounts)
  • Memberikan pelayanan kepada langganan dengan tersedianya barang yang diperlukan

KLASIFIKASI DALAM PERSEDIAAN

  • Klasifikasi ABC merupakan aplikasi persediaan yg memakai prinsip Pareto: the critical few and the trivial many. 
  • Memfokuskan kepada persediaan yang critical (bernilai tinggi) daripada yang trivial (bernilai rendah). 
  • Klasifikasi ABC membagi persediaan dalam 3 kelompok berdasarkan atas volume rupiah tahunan
Kelas A:  Memiliki nilai volume rupiah yang tinggi, mewakili 70 - 80% dari nilai total volume rupiah, meskipun  jumlahnya sedikit (sekitar 15% dr jumlah persediaan)
Kelas B:  Nilai volume rupiah yang menengah,  mewakili sekitar 15% dari nilai persediaan, dan sekitar 30% dari jumlah persediaan
Kelas C:  Nilai volume rupiahnya rendah, hanya mewakili sekitar 10% dari nilai, tetapi  terdiri dari sekitar 55% dari jumlah persediaan.


BIAYA-BIAYA DALAM PERSEDIAAN

Biaya Pemesanan (Ordering Costs, Procurement Costs):  Merupakan biaya2 yg dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan bahan/barang, sejak dr penempatan pemesanan sampai tersedianya barang di gudang.
 set-up costs:  utk menyiapkan mesin2 atau proses manufaktur dr suatu pesanan produksi.
Biaya Penyimpanan (Carrying Costs, Holding Costs): Biaya-biaya yang dikeluarkan akibat diadakannya persediaan barang.
  • % dari harga barang
  • Rupiah per unit barang.
Biaya Kekurangan Persediaan (Shortage Costs, Stock-out Costs) Biaya yang timbul sebagai akibat tidak tersedianya barang pada waktu diperlukan.  

Tiga kemungkinan yang terjadi akibat kekurangan persediaan:
  • Tertundanya penjualan
  • Kehilangan penjualan
  • Kehilangan pelanggan
Contoh Perhitungan Biaya Kekurangan Persediaan

MODEL-MODEL PERSEDIAAN

  • Model persediaan Economic Order Quantity
  • Model persediaan dengan pemesanan tertunda
  • Model persediaan dengan potongan kuantitas
  • Model persediaan dengan penerimaan bertahap
Model persediaan digunakan utk menentukan kapan pesanan suatu barang dilakukan dan berapa banyak barang yg dipesan.

MODEL PERSEDIAAN ECONOMIC ORDER QUANTITY - EOQ

(Jumlah Pesanan Ekonomis) Asumsi-asumsi yang digunakan:
  • Barang yang dipesan dan disimpan hanya satu macam
  • Kebutuhan/permintaan brg adalah konstan dan diketahui
  • Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan adalah konstan dan diketahui
  • Barang yang dipesan segera dapat tersedia dan tidak ada pesanan tertunda (diterima dalam satu batch)
  • Harga barang tetap dan tidak tergantung dari jumlah yang dipesan (tidak ada potongan kuantitas) 
  • Waktu tenggang (lead time) diketahui dan konstan.
Grafik Persediaan dalam Model EOQ


Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama