Piutang  adalah  tuntutan  kepada  pihak Jain untuk  memperoleh   uang,  barang,  dan jasa tertentu (aktiva)  pada masa yang akan datang,  sebagai  akibat penyerahan  barang  atau jasa yang dilakukan saat ini. Piutang  akan  menimbulkan   aliran  kas masuk  di masa yang  akan datang.  Piutang hams diklasifikasikan   sebagai aktiva kini (current asset), jika pengumpulan piutang  diharapkan  dapat dilakukan  dalam  periode  kurang  dari satu tahun  atau satu siklus operasi,  tergantung  yang mana yang lebih lama.  Piutang  lain-lain  harus dilaporkan  sebagai investasi,  dan kategori  dana atau aktiva lain-lain.



Piutang dapat diklasifikasikan   sebagai (a) piutang  dagang, dan (b) piutang  non dagang. Piutang dagang  yaitu piutang  yang terjadi  dari transaksi  penjualan  barang  atau jasa  secara kredit. Sedangkan piutang  non  dagang,   yaitu  piutang  yang  terjadi  selain  dari transaksi penjualan  secara kredit, misalnya  piutang  kepada  karyawan,  uang muka ke kantor cabang, tuntutan  kepada  perusahaan   asuransi,  piutang  yang  timbul  dari subskripsi   saham,  piutang dividen,   dan piutang  bunga.

Piutang  yang terjadi dari transaksi   penjualan  barang  atau penyerahan  jasa dapat dibuat dalam bentuk tertulis  atau tanpa janji  tertulis.  Piutang  dengan janji  tertulis  disebut   dengan piutang  wesel  (notes   receivable),   sedangkan   piutang  tanpa  janji   tertulis  disebut   dengan piutang  dagang  (account receivable).

PIUTANG DAGANG

Dalam arti luas, piutang dagang meliputi semua tuntutan yang tidak terjadi dengan membuat janji  membayar secara tertulis.   Dalam arti  sempit, piutang dagang merupakan tuntutan yang timbul karena kegiatan menjual barang atau menyerahkan jasa secara kredit. Piutang dagang dilaporkan sebesar nilai  yang  dapat  direalisasikan,  yaitu nilai yang diharapkan dapat dikumpulkan. Hal ini sama dengan nominal piutang dikurangi dengan jumlah yang ditaksir tidak terkumpulkan.

PENILAIAN  TERHADAP PIUTANG DAGANG

Secara umum, piutang dagang diakui pada saat barang dijual, atau jasa tertentu secara aktual diserahkan. Penilaian terhadap piutang dagang menyangkut penentuan jumlahjatuh tempo, waktu  pengumpulan,   dan ketidakpastian yang dihubungkan  dengan pengumpulannya. Secara teoritis piutang diukur sebesar jumlah yang sama dengan nilai sekarang dari kas yang diharapkan dapat dikumpulkan atau ditagih. Penilaian seperti ini, mencerminkan  realita  ekonomik  bahwa  uang  memiliki  nilai  waktu,  oleh karenanya perusahaan mendapat bunga untuk waktu menunggu tertagihnya piutang.  Jumlah bunga merupakan selisih antara nilaijatuh tempo piutang dan nilai sekarangnya (present value). Dalam praktik, akuntan sering mangabaikan penghasilan bunga untuk piutang  jangka pendek,  sebab jumlahnya tidak material.

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama