Facebook SDK

DEFINISI AKUNTANSI
Definisi dari sudut pemakai :
Akuntansi adalah suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.

Definisi dari sudut proses kegiatan
Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi.


Pemakai Laporan Keuangan
  • Manajer
  • Investor
  • Kreditur
  • Instansi Pemerintah
  • Organisasi Nirlaba
  • Pemakai Lainnya

Bidang-bidang Akuntansi :
Akuntansi Publik :
-Auditing
-Akuntansi Perpajakan
-Konsultasi Manajemen

Akuntansi Intern :
-Akuntansi Biaya
-Penganggaran
-Perancangan system informasi
-Pemeriksaan Intern


Prinsip-prinsip Akuntansi :
-Konsep entitas
-Prinsip Obyektif
-Prinsip Cost

JENIS – JENIS LAPORAN KEUANGAN
I. LAPORAN LABA RUGI
Laporan ini memberikan informasi tentang hasil – hasil operasi perusahaan selama periode tertentu. Komponen yang ada di dalam laporan laba rugi antara lain :
PENJUALAN
Penjualan adalah pendapatan yang diperoleh dari penyerahan barang atau jasa kepada langganan dalam periode tertentu
HARGA POKOK PENJUALAN
Harga Pokok Penjualan adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh atau mendapatkan barang yang dijual. Apabila barang yang dijual dibuat sendiri oleh perusahaan (manufaktur) sebelum harga pokok penjualan ditetapkan maka dihitung lebih dahulu besarnya harga pokok produksi yaitu seluruh biaya – biaya yang dikeluarkan untuk membuat atau memproduksi barang yang akan dijual tersebut baik biaya bahan yang dipakai, tenaga kerja maupun biaya overhead pabrik.
BIAYA OPERASI
Biaya operasi adalah biaya – biaya yang dikeluarkan dalam rangka untuk mmbiayai aktivitas operasi perusahaan baik administrasi maupun penjualan. Biaya ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :
  1. Biaya Penjualan adalah biaya yang dikeluarkan  dan terkait dengan kegiatan penjualan.
  2. Biaya Administrasi Umum adalah biaya yang dikeluarkan dan terkait dengan kegiatan di bagian kantor (administrasi umum)

PENDAPATAN DAN BIAYA DI LUAR USAHA / OPERASI
Pendapatan dan Biaya Di Luar Usaha adalah semua pendapatan yang diperoleh atau beban yang timbul dari kativitas – aktivitas di luar usaha utama perusahaan



POS – POS LUAR BIASA
Pos – pos luar biasa adalah laba atau rugi yang timbul di luar usaha utama yang bersifat insidentil. Ciri-ciri laba atau rugi luar biasa adalah : bersifat tidak normal, tidak sering tertinggi.

PAJAK PENGHASILAN
Pajak penghasilan yang dihitung dari laba bersih sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

II. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas selama periode tertentu.
Contoh :
PT. KUSUMA
Laporan Laba Ditahan
31 Desember 2000

Saldo laba ditahan, 1 Januari 2000                                                                 xxxxxxxx
Laba bersih tahun 2000                                                                                   xxxxxxxx
Pembayaran Deviden                                                                                     (xxxxxxxx)
Saldo laba ditahan, 31 Desember 2000                                                          xxxxxxxx

III. NERACA
Neraca adalah laporan yang memberikan informasi tentang posisi atau keadaan keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu. Komponen – komponen yang ada di dalam neraca antara lain :
AKTIVA
1. Aktiva Lancar
Aktiva Lancar adalah uang kas dan aktiva lain yang dharapkan akan berubah menjadi uang kas atau dapat dijual/dipakai selama siklus operasi normal perusahaan. Rekening yang ada pada aktiva lancer : Kas dan Setara Kas, Piutang, Sediaan, Biaya Dibayar Dimuka, Investasi Jangka Pendek, Perlengkapan


2. Investasi Jangka Panjang
Investasi Jangka Panjang adalah penanaman modal jangka panjang di luar usaha pokok dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan yang teratur, menjaga hubungan baik dengan perusahaan lain. Contoh : Saham, obligasi, pembelian tanah atau bangunan untuk dipakai di masa dating, tanaman – tanaman keras seperti kopi, karet dan lain yang belum menghasilkan.
3. Aktiva Tetap atau Aktiva Tidak Lancar
Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang dimilki oleh perusahaan dengan tujuan untuk dipakai dalam operasi perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Rekening yang ada dalam aktiva tetap : Tanah, Bangunan, Mesin, Kendaraan, Peralatan.
4. Aktiva Tetap Tidak Berwujud
Aktiva tetap tidak berwujud adalah hak-hak jangka panjang yang bersifat non fisik atau immaterial yang dimiliki oleh perusahaan untuk dipergunakan dalam operasi. Contoh : Hak Paten, hak cipta, merk dagang, franchise, goodwill, dll.
5. Aktiva Lain – lain
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah : aktiva tetap yang tidak digunakan, bangunan dalam penyelesaian, piutang kepada pemegang saham, beban yang ditangguhkan seperti biaya pra operasi.
KEWAJIBAN
1. Kewajiban Lancar (Kewajiban Jangka Pendek)
Kewajiban Lancar adalah kewajiban jangka pendek yang pelunasannya tidak lebih atau sama dengan 1 tahun. Contoh : Utang dagang, utang pajak, utang gaji, utang bunga, utang jangka panjang yang akan segera jatuh tempo, utang lain, pendapatan diterima dimuka.

2. Kewajiban Tidak Lancar (Kewajiban Jangka Panjang)
Kewajiban Tidak Lancar adalah kewajiban jangka panjang yang pelunasannya lebih dari 1 tahun. Contoh : Utang Bank, Utang Obligasi, dll.

EKUITAS
  1. Untuk perusahaan berbentuk perseorangan atau persekutuan, modal dilaporkan dalam satu perkiraan yaitu modal pemilik.
  2. Untuk perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas modal pemilik dilaporkan ke dalam Modal Disetor, Agio Saham dan Laba Ditahan.

SIKLUS AKUNTANSI
  1. Pencatatan
  2. Penggolongan
  3. Peringkasan
  4. Pelaporan
  5. Penganalisisan

Persamaan Dasar Akuntansi



Aktiva = Kewajiban + Modal





Aktiva adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan, seperti kas, piutang usaha, piutang wesel, perlengkapan, biaya dibayar dimuka, tanah, gedung, mesin, kendaraan dan peralatan.

Kewajiban adalah kewajiban atau utang perusahaan kepada pihak lain yang harus segera dibayar. Seperti Utang Usaha, Utang Wesel, Pendapatan Diterima Dimuka, Utang Bank Jangka Panjang dan lain-lain.

Modal adalah hak para pemilik perusahaan. Seperti Modal perorangan, modal saham dan laba ditahan.

Contoh soal :
  1. Pak Andi memasukkan kas sebagai modal awal usahanya sebesar Rp. 20.000.000,-
  2. Membeli peralatan kantor secara kredit sebesar Rp. 5.000.000,-
  3. Membayar biaya listrik sebesar Rp. 1.000.000,-
  4. Menerima pendapatan jasa sebesar Rp. 2.000.000,-



Jawab :

                         Aktiva                             =       Kewajiban          +         Modal

        Kas           +        Peralatan               =      Utang Usaha        +        Modal, Andi

1. +20.000.000                                         =                                             + 20.000.000
2.                             + 5.000.000              =       + 5.000.000
3.  – 1.000.000                                         =                                              - 1.000.000
4.  + 2.000.000                                         =                                              + 2.000.000

Sifat – sifat Rekening
Jenis Rekening
Bertambah
Berkurang
Saldo Normal
Aktiva
Debit
Kredit
Debit
Kewajiban
Kredit
Debit
Kredit
Modal
Kredit
Debit
Kredit
Prive
Debit
Kredit
Debit
Pendapatan
Kredit
Debit
Kredit
Biaya
Debit
Kredit
Debit

JURNAL
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing.

Contoh bentuk jurnal :
Tanggal
Nama Rekening
Dan keterangan
Nomor Rekening
Debet
( Rp )
Kredit
( Rp )








POSTING
Proses memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar.
Contoh Buku Besar :Bentuk T
Tanggal
Keterangan
Jumlah
Tanggal
Keterangan
Jumlah








Contoh Buku Besar : Bentuk Saldo Berjalan
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo







NERACA SALDO
Suatu daftar saldo rekening yang terdapat di buku besar.

PT. X
Neraca Saldo
Per 31 Desember XXXX

Keterangan
Debet
Kredit






PROSES PENYESUAIAN
Tujuan proses penyesuaian adalah :
  1. Agar setiap rekening riil, khususnya rekening-rekening aktiva dan rekening-rekening utang, menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode
  2. Agar setiap rekening nominal (rekening-rekening pendapatan dan biaya) menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.


Saldo-saldo di dalam neraca saldo yang biasanya memerlukan penyesuaian adalah :
1. Piutang pendapatan : yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum dicatat.
Contoh : Piutang Bunga                           xxx
                             Pendapatan bunga                          xxx

2. Utang Biaya : yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum dicatat.
Contoh : Biaya Gaji                                  xxx
                             Utang Gaji                                     xxx

3. Pendapatan Diterima Dimuka : yaitu pendapatan yang sudah diterima, tetapi sebenarnya merupakan pendapatn untuk periode yang akan dating.
Contoh : Pendapatan Diterima Dimuka      xxx
                              Pendapatan                                               xxx

4. Biaya Dibayar Dimuka : yaitu biaya-biaya yang sudah dibayar tetapi sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang.
Contoh : Biaya Sewa                                   xxx
                          Sewa dibayar dimuka                       xxx

5. Kerugian Piutang : yaitu taksiran kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tidak bias ditagih.
Contoh : Kerugian Piutang                                   xxx
                         Cadangan Kerugian Piutang                          xxx

6. Depresiasi (Penyusutan) : yaitu penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu periode akuntansi.
Contoh : Depresiasi Kendaraan                            xxx
                            Akumulasi depresiasi kendaraan                 xxx
7. Biaya pemakaian perlengkapan : yaitu bagian dari harga beli perlengkapan yang telah dikonsumsi selama periode akuntansi
Contoh : Biaya pemakaian perlengkapan              xxx
                            Perlengkapan                                               xxx

NERACA LAJUR
Neraca lajur adalah suatu kertas berkolom-kolom (berlajur-lajur) yang dirancang untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan dengan cara yang sistematis.

Proses Penyusunan Neraca Lajur :
  1. Masukkan saldo-saldo rekening buku besar ke dalam kolom neraca saldo pada formulir neraca lajur.
  2. Masukkan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian
  3. Mengisi kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
  4. Memindahkan jumlah-jumlah di kolom neraca saldo setelah disesuaikan ke dalam kolom laba rugi atau neraca.
  5. Menjumlahkan kolom laba rugi dan neraca, memasukkan angka laba bersih atau rugi bersih sebagai angka pengimbang ke dalam kedua pasang kolom diatas.

JURNAL PENUTUP
Jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo-saldo rekening sementara (rekening-rekening nominal dan rekening prive).

Tujuan pembuatan jurnal penutup adalah :
  1. Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua rekening sementara sehingga menjadi nol.
  2. Agar saldo rekening modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode.

Penutupan pembukuan biasanya dilakukan dengan urutan sebagai berikut :
  1. Menutup semua rekening pendapatan dengan memindahkan saldo setiap rekening pendapatan ke rekening Laba Rugi.
  2. Menutup semua rekening biaya dengan memindahkan saldo setiap rekening biaya ke rekening Laba Rugi.
  3. Menutup Rekening Laba Rugi dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal. Untuk perseroan terbatas, rekening laba rugi dipindahkan ke rekening Laba Ditahan.
  4. Menutup rekening Prive atau deviden dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal atau Laba Ditahan.

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama