Perolehan Aktiva tetap diakui sebesar HARGA PEROLEHAN–nya (the acquisition cost). Sementara itu yang dimaksud dengan harga perolehan adalah pengeluaran-pengeluaran yang timbul mulai dari peroses pembelian hingga aktiva tersebut siap beroperasi.

Maka harga perolehan dapat dirumuskan dengan :

Nilai Beli + Pengeluaran yang timbul dari proses pembelian hingga aktiva tersebut siap operasi.

2.4.1 Macam-macam cara perolehan Aktiva Tetap.

Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai macam cara, diantaranya (yang paling sering terjadi) :
1. Dibeli tunai (kontan)
2. Dibeli dengan mencicil (kontrak jangka panjang)
3. Dibeli dengan saham
4. Dibangun Sendiri
5. Pertukaran

2.4.1.1 Aktiva tetap dibeli tunai

Contoh kasus :
Pada tanggal 1 Desember 2007, PT. XYZ (PMA) yang berdomisili di Bekasi, membeli 10 unit mesin dari Jepang dengan harga (FOB) JPY 150,000,000.00 yang setara dengan Rp 12,779,711,574,- dengan biaya angkut dari Tokyo hingga Tanjung periok sebesar USD 1,800.00 yang setara dengan Rp 16,883,995,- Tariff bea masuk untuk mesin tersebut adalah 15%, karena PT. XYZ (PMA) menggunakan fasilitas penanaman modal asing, atas import barang modal dikenakan bea masuk hanya setengahnya. Untuk menjamin keselamatan barang dalam perjalanan, pengangkutan mesin tersebut dilindungi dengan asuransi ber premi USD 1,500.00 setara dengan Rp 14,069,995,- . Biaya angkut dari tanjung periok hingga ke bekasi sebesar Rp 1,500,000,-. Untuk instalasi pemasangan PT. XYZ membayar konsultan sebesar Rp 15,000,000,-

Permasalahan: Bagaimanakah perlakuan Akuntansi atas pembelian 10 unit mesin tersebut?
a. Penilaian (pengukuran)
Jika kita uraikan, maka pengeluan-pengeluaran PT. XYZ (PMA) atas pembelian mesin tersebut adalah sebagai berikut :
Maka Jurnalnya adalah:

Dimana:

a. Pengakuan (pencatatan)
Pencatatan-1 : Wajar
Pencatatan-2 : Tidak wajar

Mengapa pencatatan yang pertama dikatakan wajar dan pencatatan yang dibawahnya dikatakan tidak wajar ?


Jawabannya adalah Matching Principles, yaitu : Pengeluaran hendaknya diakui pada periode kapan potensi pendapatan akan diperoleh atas pengeluaran tersebut. Dalam kasus di atas, jika yang dilakukan adalah pencatatan seperti pada pencatatan yang kedua, maka : pada saat penutupan buku (31 Desember 2007), akan nampak beban yang begitu tinggi, bahkan sangat mungkin PT. XYZ kelihatan seolah-olah mengalami kerugian yang besar akibat pembebanan : Shipping Cost, Insurance Cost, Import Duty, Import Tax, Trucking & Installation Cost dengan SEKALIGUS. Sementara mesin belum berproduksi, belum menghasilkan outpun samasekali. Diperiode-periode berikutnya (2008, 2009, 2010 hingga mesin tersebut ditarik dari penggunaan) akan nampak laba yang tinggi, akibat semua pengeluaran tersebut telah dibebankan sekaligus saat pembelian.

Akan menjadi wajar apabila, semua pengeluaran-pengeluaran tersebut dikapitalisasi (diakui sebagai perolehan) untuk kemudian dibebankan secara gradual selaras dengan penggunaan mesin tersebut (utilization), yaitu dengan cara menyusutkannya (depreciating).

2.4.1.2 Aktiva tetap dibeli dengan mencicil

Perolehan aktiva dengan pembayaran dicicil, tentu pengeluaran kas tidak akan terjadi sekaligus, melainkan bertahap sesuai dengan kesepakatan dengan kreditur (Bank). Lain daripada itu, tentu akan ada bunga yang harus ditanggung.

Contoh Kasus :
PT. XYZ membeli sebidang tanah untuk tempat usaha seluas 1 Ha seharga Rp 1,900,000,000,-, dengan sistem pembayaran sebagai berikut :
Pembayaran pertama adalah sebesar Rp 900,000,000,- sedangkan sisanya dicicil sebanyak 10 kali selama 10 Tahun. Atas Pokok cicilan dikenakan BUNGA TETAP 18% pertahun.

Maka Transaksi ini, dicatat (dijurnal) sebagai berikut :

Bagaimana jika dengan bunga menurun? Maka transaksinya dicatat sebagai berikut :

2.4.1.3 Aktiva dibeli dengan saham/obligasi

Konsep dasarnya :
Perolehan aktiva tetap diakui sebesar HARGA PASAR saham yang dikeluarkan pada saat pembelian aktiva terjadi.
Jika harga pasar lebih tinggi dari harga nominal saham, maka harus diakui adanya AGIO SAHAM (premium) sebesar selisihnya.
Jika harga pasar lebih rendah dari harga nominal nya, maka diakui adanya DISAGIO SAHAM (discount).

Contoh Kasus :
PT.XYZ, membeli sebuah truck dengan cara mengeluarkan saham sebanyak 1000 lembar @ Rp 100,000. Jika harga pasar saham PT. XYZ saat itu adalah @ Rp 95,000, maka transaksi dicatat dengan jurnal:

Truck                                       Rp 95,000,000,-
Disagio Saham (discount)       Rp 5,000,000,-
Modal Saham                          Rp 100,000,000,-

Jika harga pasar saham PT.XYZ saat itu adalah @ Rp 110,000, maka transaksi dicatat dengan jurnal:
Truck                                       Rp 110,000,000
Modal Saham                          Rp 100,000,000,-
Agio Saham                            Rp 10,000,000,-

2.4.1.4 Aktiva yang dibangun

Dalam banyak kejadian, untuk aktiva bangunan lebih sering diperoleh dengan dibangun terlebih dahulu (tidak membeli bangunan siap pakai).
Konsep dasarnya :
Jika menggunakan jasa kontraktor (diborongkan), maka harga perolehan aktiva bangunan diakui sebesar nilai kontraknya.
Jika dibangun sendiri, maka harga perolehan aktiva diakui sebesar seluruh pengeluaran atas pembangunan gedung (property) tersebut.

2.4.1.5 Aktiva diperoleh dengan pertukaran

Pertukaran aktiva tetap disini maksudnya adalah aktiva yang telah dimiliki ditukarkan dengan aktiva yang dimiliki oleh pihak (perusahaan/orang) lain. Pada kasus pertukaran yang menjadi persoalan utama adalah penentuan nilainya. Hal ini disebabkan oleh karena adanya berbagai kondisi atas pertukaran yang terjadi. Yang menjadi patokan dasar adalah :
Pertukaran aktiva sejenis atau tidak
Harga Pasar diketahui atau tidak
Disertai arus kas atau tidak

Berikut adalah berbagai kemungkinan kombinasi atas kondisi pertukaran aktiva tetap dan perlakuan akuntansinya :

a. Harga pasar diketahui, tidak disertai arus kas, maka :
Aktiva tetap yang diterima dicatat sebesar harga pasar aktiva yang memiliki keabsahan bukti transaksi yang lebih memadai. Jika sama-sama kuat ke absahannya, maka yang diakui adalah harga pasar aktiva yang diserahkan, tetapi jika aktiva yang diterima memiliki bukti transaksi yang lebih lengkap maka perolehan aktiva dicatat sebesar aktiva yang diterima.

b. Harga Pasar tidak diketahui (sejenis maupun beda jenis)
Harga perolehan aktiva dicatat sebesar NILAI BUKU aktiva yang diserahkan. Untuk kasus seperti ini, diperlukan penghapusan akumulasi penyusutan atas aktiva yang diserahkan.

Contoh kasus :
PT. XYZ menukarkan peralatannya dengan sebuah mesin dari pihak lain, Harga perolehan perlatan yang diserahkan adalah sebesar Rp 1,500,000,- dan nilai bukunya saat ditukarkan adalah Rp 1,000,000,- sementara Harga Perolehan mesin yang diterima dari pihak lain adalah Rp 1,700,000 sedangkan nilai bukunya adalah Rp 1,200,000,- HARGA PASAR TIDAK DIKETAHUI.

Maka jurnalnya adalah :
Aktiva Tetap Mesin Rp 1,000,000,-
Akumulasi penyusutan Rp 500,000,-
Peralatan Rp 1,500,000,-

c. Aktiva Beda Jenis, Harga Pasar Diketahui, Disertai Arus Kas.
Adanya arus kas, kemungkinannya ada 2 :
Disertai arus kas keluar, berarti ada rugi pertukaran, maka rugi diakui
Disertai arus kas masuk, berarti ada laba pertukaran, maka laba diakui

Aktiva Sejenis, Harga Pasar diketahui, Disertai arus kas :
Indikasi rugi, maka rugi diakui
Indikasi laba, maka laba jangan diakui

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama