Proses Perencanaan Stratejik

Bagian  penting  dari  rencana  usaha  adalah  pandangan  pemilik  terhadap stratejik yang akan diambil untuk memenangkan persaingan. Perencaaan stratejik merupakan bagian penting dari perencanaan usaha, yaitu bagaimana cara-cara perusahaan menggunakan kunci faktor keberhasilan. Sebagai contoh jika seorang penjual terlatih dan kuat dianggap sebagai kunci keberhasilan, pemilik harus menyusun rencana yang memasukkan faktor tersebut. Dalam industri penghasil barang jika faktor keberhasilan adalah pengembangan produk yang bermutu dan inovatif, maka harus menyususn faktor tersebut dalam rencana usaha.

Pokok Bahasan ini lebih difokuskan bagi usaha kecil yang akan tumbuh menjadi usaha menengah, karena mereka sudah  melaksanakan manajemen usaha dan sedikitnya telah berhubungan dengan perbankan atau sumber dana non lembaga keuangan. Perusahaan kecil dan menengah lebih cenderung memiliki sistem perencanaan yang lebih sederhana dan tidak begitu formal dilembagakan dibandingkan perusahaan besar.

Suatu bisnis harus dapat menciptakan strateji untuk menyampaikan produk atau jasa, sehingga dapat menciptakan nilai yang lebih besar bagi pelanggan,

Perusahaan harus mampu memperbaiki terus menerus melalui proses pembelajaran.

Pengembangan   rencana   bisnis   yang   bersifat   kritis   adalah   keungulan bersaing3. Keunggulan bersaing adalah kumpulan faktor faktor yang membedakan suatu perusahaan dari pesaingnya dan memberikan posisi yang unik  dalam  pasar.  Pembangunan  keunggulan  bersaing  merupakan  hasil
pemikiran stratejis, dan wirausahawan yang berhasil adalah ahli berfikir stratejis. Sebuah bisnis kecil dan mengah agar terus maju harus menetapkan suatu rencana bisnis untuk menciptakan yang unik dalam pikiran calon pelanggan.

Keberhasilan bisnis dilakukan dengan menyusun rencana strategis baik aspek financial maupun fisik4. Sewaktu mengembangkan perencanaan stratejis, usahaan kecil dan menenengah (UKM) banyak memiliki keungulan dibandingkan dengan perusahaan besar sebagai pesaing. Bisnis kecil biasanya hanya memiliki jenis produk, jenis pelanggan yang lebih jelas (dan biasanya sedikit) dan daerah geografis tertentu. Pebisnis UKM juga mempertahankan hubungan  dekat  dengan  pelanggannya,  yang  memungkinkan  pergeseran dalam keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Manajemen stratejik dapat  meningkatkan efektivitas perusahan kecil tetapi para pemiliknya harus mengandalkan prosedur berikut:
a.  Menggunakan horizon perencanaan yang relatif pendek sekitar dua tahun,
b.  Pendekatan kausal dan tidak formal,
c.  Melibatkan para karyawan dan pihak luar untuk mengingkatkan keandalan dan kreativitas,dari rencana yang dihasilkan,
d.  Memfokuskan pada berpikir stratejik.

Perencanaan stratejik bukan merupakan keluaran melainkan sutau proses yang berlangsung. Sebab pemikiran stratejik tidak memiliki titik akhir, dan dengan demikian   perencanaan   stratejik   terus   berlanjut.   Perencanaan   stratejik dilakukan  melalui 10  langkah  langkah kegiatan  seperti dapat dilihat  pada gambar 2.3.


  • Langkah1    :   Mengembangkan   suatu   visi   yang   jelas   dan   terjemahkan menjadi  pernyataan  misi,  
  • Langkah  2      :      Menetapkan  kompetensi  inti perusahaan dan segmen pasarnya dan letakan bisnis dalam posisi bersaing, 
  • Langkah  3      :      Melukiskan  nilai  kekuatan  dan  kelemahan  perusahaan, 
  • Langkah 4   :   Memperhatikan faktor luar untuk dapat peluang dan ancaman, 
  • Langkah 5   :  Mengidentifikasi   faktor-faktor  kunci   untuk   keberhasilan usaha, 
  • Langkah 6   :   Menganalisis faktor pesaing. 
  • Langkah 7   :   Menetapkan cita-cita dan tujuan perusahaan, 
  • Langkah 8 : Merumuskan pilihan pilihan stratejik dan stratejik yang sesuai, Langkah 9 : Menjabarkan perencanaan stratejik kedalam rencana tindakan, Langkah 10 :    Menetapkan pengendalian yang cermat.


Gambar Langkah- langkah Perencanaan Strategik
Gambar Langkah- langkah Perencanaan Strategik

Langkah ke-1: Mengembangkan visi yang jelas dan menterjemahkannya ke dalam pernyataan misi yang bermakna5.

Para pendiri ataupun pemimpin perusahaan mempunyai tujuan jangka panjang yang akan dituju oleh perusahaan. Tujuan tersebut merupakan suatu impian, yang merupakan cita-cita di masa depan yang ada pada pendiri perusahaan dan atau pimpinan perusahaan sebagai visi. Visi dibangun berdasarkan nilai- nilai yang memberikan batasan bagaimana harus bertindak yang merupakan budaya organisasi perusahaan.

Misi merupakan ungkapan yang luas dari tujuan bisnis. Misi memberi arah kemana harus pergi. Misi memberi rumusan dari seluruh rencana bisnis. Pernyataan   misi   pada   dasarnya   merupakan   himpunan   dari   ”warna” keseluruhan perusahaan. Pernyataan misi memberikan pernyataan ciri-ciri, identitas dan lingkup operasi perusahaan. Bagian yang paling sulit  adalah mewujudkan misi dalam kegiatan sehari-hari. Agar efektif suatu pernyataan misi harus menjadi dokumen yang hidup dan mempunyai jiwa yang terwujud pada para karyawan. Pernyataan misi harus menjawab pertanyaan:

a.  Apa dasar kepercayaan nilai orgnisasi perusahaan,
b.  Apa produk dan jasa yang diperlukan pelanggan,
c.  Bagaimana agar lebih memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan,
d.  Mengapa pelanggan mau berurusan dengan perusahaan.
e.  Apa   yang   mengandung  nilai  bagi   pelanggan   dan  bagaimana  dapat menawarkan nlai yang lebih baik,
f.   Apa keunggulan bersaing perusahaan,
g.  Dalam segmen pasar yang bagaimana bisnis akan memilih bersaing,
h.   Siapa pihak pihak kunci yang berkepentingan dengan bisnis ini dan apa pengaruhnya pada perusahaan.

Secara  ringkas pernyataan  misi  tersebut  harus  menjawab pertanyaan:  Apa (What), Mengapa (Why), Bagaimana (How), Siapa (Who), Dimana (Where) dan Bila (When)- (5 W + H).

Langkah ke-2: Mendefinisikan kompetensi inti perusahaan, segmentasi pasar, tujuan dan menempatkan posisi perusahaan agar bersaing secara efektif6.

Kompetensi inti. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup (sustaianble) adalah kemampuan dalam mengembangkan seperangkat kompetensi inti yang memungkinkan melayani pelanggan dengan baik. Kompetensi inti merupakan kemampuan yang dikembangkan dalam daerah operasional kunci, seperti mutu, layanan, inovasi, pembangunan tim, fleksibilitas, cepat tanggap yang melebihi pesaing. Kompetensi inti ini akan menjadi dasar keunggulan kompetitif perusahan. Kompetensi inti usaha kecil karena berskala dari ukuran kecilnya - sehingga lebih lincah, dekat dengan pelanggan, kemampuan berinovasi. Ringkasnya, ukuran kecil menjadi kekuatan bersaing dibanding dengan usaha besar.

Segmentasi pasar. Segmentasi pasar secara sederhana artinya membagi bagi pasar yang besar menjadi unit unit kecil dan lebih homogin dan kemudian menerapkan  stratejik  pasar  yang  khusus  untuk  tiap  segmen  pasar  dalam rangka menarik pelanggan dari tiap segmen pasar. Hal ini berarti memerlukan informasi   sesuai   dengan   pelanggan   perusahaan   dan   karakteristiknya. Informasi tersebut seperti manfaat yang dicari, penggunaan produk, pilihan, pola pembelian. Pebisnis harus memeriksa apakah segmen pasar cukup besar, dan cukup daya beli untuk menghasilkan laba bagi perusahaan. Misalnya: busana muslim perempuan dibagi dalam segmen busana muslim anak anak, remaja, ibu rumah tangga dan ibu- ibu paruh baya.

Menetapkan posisi. Menetapkan posisi perusahaan dalam pasar bertujuan untuk mempengaruhi persepsi pelanggan untuk menciptakan citra yang diinginkan terhadap perusahaan serta produk dan jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu perusahaan harus berusaha memposisikan produknya berbeda dari pesaingnya dengan menggunakan beberapa ciri penting bagi pelanggan seperti mutu, harga, layanan serta penampilan barang yang ditawarkan.

Langkah ke-3: Menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan.

Membangun stratejik bersaing yang berhasil mengharuskan perusahaan memperbeasr kekuatan untuk mengatasi kelemahannya. Kekuatan (straigth) adalah faktor internal positif yang berperan dalam perusahaan untuk mencapai misi, cita-cita dan tujuan organisasi. Kelemahan (weakness) adalah faktor internal  negatif  yang  merintangi  kemampuan  perusahaan  untuk  mencapai misi, cita-cita dan tujuan perusahaan.

Untuk menilai kekuatan dan kelemahan dapat dilakukan dengan membuat tabel neraca  stratejik.  Kolom kiri menetapkan hasil inventaris ketrampilan spesifik, pengetahuan unik dan sumberdaya khusus dari bisnis. Kolom kanan berupa  kelemahan  ketrampilan,  pengetahuan  dan  sumber  daya.  Neraca stratejik ini harus mencakup tentang keterbatasan yang merintangi semua daerah kinerja kunci dari bisnis: personalia, keuangan, produksi, pemasaran pengembangan produk, organisasi.  Neraca akan memberikan hasil analisis pada   pemilik   dan   atau   manajer   yang   menunjukkan   fondasi   untuk membanguan kekuatan masa depan dan hambatan yang harus dihilangkan untuk kemajuan bisnis.

Langkah ke-4: Memperhatikan lingkungan sekeling untuk mengetahui adanya peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh bisnis.

Peluang. Setelah mengidentifikasi faktor internal perusahaan, langkah berikutnya   adalah   mengidentikasi  faktor  eksternal  berupa   peluang   dan ancaman  yang  membawa  dampak  nyata  terhadap  bisnis.  Peluang (opportunity)  faktor  ekternal  positif  yang  dapat  dimanfaatkan  oleh  suatu bisnis  untuk  mencapai  misi,  cita-cita  dan tujuan  bisnis.  Peluang  itu  tidak terbatas, tetapi pilihlah satu atau dua peluang yang sangat berpengaruh pada keberhasilan bisnis dimasa depan. Dalam kaitan ini pemilik harus jeli memperhatikan peluang pasar yang potensial, yang membawa pengaruh pada bisnis 2 tahun kedepan,  yang belum dilihat oleh pesaing. Sebagai contoh peluang baju muslimah bagi anak-anak kecil umur 14 tahun ke bawah, yang masih terbuka peluangnya, sementara untuk remaja dan ibu-ibu rumah tangga dimana telah banyak pesaing yang terlebih dulu masuk pasar.

Ancaman   (threat)   adalah   kekuatan   kekuatan   luar   yang   negatif   yang merintangi kemampuan perusahaan untuk mencapai misi, cita-cita dan tujuan. Goncangan  luar  bentuknya  aneka  ragam,  seperti  masuknya  pesaing  baru masuk pasar, peraturan pemerintah terhadap kegiatan bisnis, gangguan keamanan, naiknya bunga bank, kemajuan teknologi yang membuat produk perusahaan menjadi kuno, krisis ekonomi dsb. Penerapan analisis faktor eksternal dapat dilihat pada Gambar 2.4.

Langkah Ke-3 dan Ke-4 merupakan analisis SWOT yang telah sering diterapkan pada penyusunan Rencana Stratejik  pada setiap Unit  Eselon II pada Organisai Perangkat Daerah. Kompetensi analisis SWOT untuk perusahaan kecil akan lebih mudah diterapkan untuk analisis SWOT bagi unit unit perusahaan kecil di Kabupaten dan dan Kota.
Daya dari Kekuatan Eksternal
Daya dari Kekuatan Eksternal




Langkah ke-5: Mengidentifikasi faktor faktor kunci keberhasilan.

Setiap bisnis dicirikan oleh vaiabel yang dapat dikendalikan yang menentukan keberhasilan relatifnya di pasar. Mengidentifikasi dan mengubah variable adalah cara usha kecil dalam mendapatkan keunggulan kompetitif, dengan memfokuskan pada memaksimalkan kinerja faktor kunci keberhasilan. Para pemilik usaha kecil harus memahami faktor-faktor kunci keberhasilan dalam segmen pasar.

Faktor  kunci keberhasilan  merupakan  hubungan  antara  variabel terkendali dengan faktor kritis yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk bersaing di pasar.

Variabel terkendali dapat dalam bentuk: jumlah wiraniaga, ukuran pabrik, biaya  iklan,  kemasan  produk.  Tetapi  lebih  banyak  ditentukan  oleh  biaya perunit produksi, distribusi per unit, atau pengembangan perunit. Faktor lain yang tak berwujud seperti mutu produk, pelayanan, lokasi pasar, ketersediaan fasilitas kredit kepada pelanggan,

Langkah ke-6: Analisis Persaingan.

Analisis pesaing. Kegiatan stratejik yang penting adalah mewaspadai terhadap persaingan melalui inteligen kompetitif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi  pesaing   baru;   Menghindari  kejutan  yang   berasal  dari stratejik  dan  taktik  baru  pesaing;  Menyiasati  para  pesaing  pada  medan stratejik kunci dengan mengetahui apa yang akan dilakukan kedepan.

Pemilik UKM dapat mengumpulkan banyak informasi dengan biaya rendah sebagai berikut:


a.  Membaca publikasi niaga yang dilakukan oleh pesaing,
b.  Bertanya  kepada  pelanggan  dan pemasok  apa  yang  dilakukan  oleh pesaing,
c.  Berbicara  dengan  karyawan  penjualan  dan  pembelian.  Mereka  akan banyak mengetahui informasi persaingan telah ada pada mereka,
d.  Hadiri pameran dagang dan publikasi niaga yang dibuat oleh pesaing, e.  Bila perlu beli produk dagang pesaing analisis mutu dan kinerjanya,

Pebisnis UKM dapat menyusun informasi intelijen untuk menilai tiap pesaing dan membuat tindakan stratejik yang spesifik yang akan meningkatkan posisi persaingan di pasar.

Langkah ke-7: Menciptakan cita cita dan Tujuan Perusahaan

Sebelum manajer UKM menyusun sperangkat stratejik yang komprehensif, maka harus menetapkan dahulu cita-cita (goals), tujuan (objectives) kadang disebut pula maksud (purposes), dan sasaran (targets) kadang disebut juga keluaran (ouput) Dalam Project Management System, dikenal Logical Framework (Logframe) Goals, Purposes, Outputs dan Inputs. (GPOI).

Cita-cita (Goals) berupa cita-cita masih bersifat umum dan kadang masih abstrak, tidak kuantitatif. Cita-cita hanya sekedar menjadi tingkat pencapaian umum yang ingin dicapai.

Tujuan (objektives) merupakan tujuan tujuan yang bersifat spesifik mengenai kinerja, umumnya menyangkut kemampuan-labaan, pertumbuhan, efisiensi, pangsa pasar, sumber dana, fasilitas fisik, struktur organisasi, kesejahteraan karyawan dan tanggung  jawab sosial. Manajer  harus menentukan prioritas tujuan  mana  yang  paling  penting,  lebih  spesifik  dengan  angka  kuatitatif. Output atau target atau sasaran harus kuantitatif baik  hasilnya dan waktu pencapaiannya. Ciri tujuan: dapat diukur, dapat dicapai, masuk akal dan realistis dan menantang dan tepat waktu pencapaiannya.

Langkah  ke-8: Merumuskan opsi opsi stratejik dan memilih stratejik yang sesuai.

Pemilik  usaha  kecil  harus  memiliki  gambaran  yang  jelas  tentang  hal-hal terbaik apa yang harus dilakukan dan apa keunggulan kompetitifnya. Juga harus mengetahui kelemahan dan keterbatasan bisnisnya dan pesaingnya. Langkah selanjutnya adalah menilai strateji yang dipilih dan menuyiapkan recana untuk mencapai tujuan.

Strateji. Strateji adalah suatu peta taktik dan tindakan yang disusun pengusaha untuk mencapai misi, cita-cita dan tujuan perusahaan. Strateji adalah proses mencapai tujuan tujuan. Dengan demikian strateji adalah rencana dasar yang mencakup bagian utama dan menggabungkannya sebagai suatu kesatuan. Strateji beorientasi pada tindakan.Terdapat tiga alternatif strateji dasar yang dimiliki UKM, yaitu biaya rendah, diferensiasi dan fokus.


Strateji kepemimpinan dalam biaya berjuang untuk menjadi produsen dengan biaya paling rendah dibandingkan dengan pesaingnya dalam industri tersebut. Strateji ini akan berhasil jika pelanggan peka terhadap perubahan harga, sedangkan perusahaan pesaing menjual dengan komoditi yang sama.

Strateji pembedaan (diferensiasi) merupakan strateji dimana perusahaan berupaya membangun loyalitas pelanggan dengan menempatkan produk atau jasanya dengan cara yang unik atau berbeda, Basis umum untuk pembedaan mencakup pelayanan pelanggan yang istimewa, keistimewaan produk yang berbeda, ketersediaan suku cadang dengan segera, mutu produk yang prima, dan pengetahuan produk yang luas.

Strateji fokus. Strateji fokus dimana UKM menyadari bahwa tidak semua pasar homogin. Pada kenyataanya dalam pasar manapun terdapat segmen pelanggan yang berbeda, yang masing masing mempunyai kebutuhan, keinginan dan ciri-ciri yang berbeda. Strateji fokus merupakan strateji dimana pebisnis UKM memilih salah satu atau lebih segmen pasar, mengidentifikasi kebutuhan, keingingan dan minat khususnya dan menawarkan kepada mereka barang atau jasa yang khusus dibuat agar unggul dalam memenuhi kebutuhan, keinginan dan minat mereka.

Fokus dari keseluruhan strateji ini adalah pelanggan. Pelanggan adalah int i dari bisnis, maka strateji bersaing akan berhasil jika bertujuan memberi pelayanan pada pelanggan lebih baik dibandingkan dengan pesaing.

Langkah ke-9: Menjabarkan perencanaan ke dalam rencana tindakan.

Pebisnis UKM harus mengubah rencana strateji kedalam rencana operasional yang memandu bisnis kedalam kegiatan sehari-hari dan menjadi bagian bisnis aktif yang terlihat nyata.

Mengimplementasikan strateji untuk mejadikan strateji dapat dilaksanakan maka, harus membaginya ke dalam kegiatan kegiatan (project) sebagai masukan dengan sumberdayanya untuk masing masing kegiatan, biasanya disebut masukan (inputs) Masing kegiatan/proyek dengan seksama menurut kriteria:
a.  Tujuan, apa yang ingin dicapai merancang kegiatan ini.
b.  Lingkup, bidang-bidang mana dalam perusahaan yang akan terlibat dalam kegiatan ini.
c.  Kontribusi,bagaimana kegiatan yang satu berkaitan dengan kegiatan lain serta keseluruhan rencana strateji.
d.  Kebutuhan sumberdaya. Berapa sumberdaya personel dan dana yang
diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan ini berhasil.
e.  Waktu,   yaitu   jadual  dan  tenggat   waktu   yang   dapat   memastikan penyelesaian kegiatan.

Melibatkan karyawan dan memberi kewenangan penuh sangat penting sebab kegiatan   ini  paling   langsung   mempengaruhi  mereka.  Keterlibatan  dan


kesepakatan  seluruh  karyawan  adalah  syarat  awal  untuk  mencapai  target target.

Langkah ke-10: Menetapkan pengendalian yang tepat.

Sampai sejauh ini proses perencanan telah menciptakan tujuan organisasi dan telah mengembangkan strateji untuk mencapai tujuan, tetapi jarang kinerja bisnis yang sesungguhnya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena  itu  pebisnis  UKM  harus  sadar  perlunya  mengendalikan  hasil-hasil yang menyimpang dari tujuan semula.

Mengendalikan  strateji.  Perencanaan  tanpa  pengendalian  hanya  memiliki nilai kecil operasionalnya. Suatu program perencanaan yang baik memerlukan proses pengendalian. Mengendalikan kegiatan dan menjaga tetap dalam jadual berarti   bahwa   pebisnis   UKM   mengidentifikasi   dan   melacak   indikator indikator kinerja kunci. Sumber indikator adalah data operasi dari kegitan normal perusahaan sehari hari yang  telah ditentukan.  Akunting,  produksi, penjualan, persediaan dan catatan operasional lainnya merupakan sumber data primer yang dapat digunakan pebisnis UKM untuk mengendalikan kegiatan kegiatan. Sebagai contoh untuk pelayanan pelanggan indikatornya meliputi keluhan pelanggan, pesanan yang dikembalikan, ketepatan pengiriman dan ketepatan order.

Dengan berubahnya lingkungan, pebisnis UKM harus melakukan koreksi dalam kinerja, kebijakan, strateji dan tujuan. Bisnis UKM tidak memerlukan sistem pengendalian yang canggih dan mahal. Sistem harus praktis sehingga merupakan proses alamiah dari proses manajemen.


2.    Perencanaan Strategik dan Manfaatnya

Perencanaan stratejik merupakan: (a) Tulang punggung manajemen stratejik; (b) Memberikan arahan dan batas batas untuk kegiatan operasional; (c) Tugas dan tanggung jawab setiap manajer pada setiap tingkatan kepemimpinan suatu organisasi; (d) Sebagai salah satu cara yang efektif untuk melihat bisnis sebagai sistem; (e) Keringanan tanggung jawab manajemen puncak secara efektif dan membantu para manajer untuk meningkatkan kompetensi manajerialnya; (f) Peluang sumbang peran dengan kecakapan dan bakatnya dalam proses pengambilan keputusan; (g) Memungkinkan para karyawan memperoleh rasa keterlibatan dan kepuasannya.

Manfaat perencanaan stratejik adalah: (a) Sarana untuk berkomunikasi antara semua   tingkat    manajemen   mengenai   sasaran,   strateji,   atau   rencana operasional. Hal ini akan meningatkan pemahaman semua tingkat manajemen mengenai  peluang  dan  persoalan  penting  yang  dihadapi  setiap  manajer masing-masing dan secara keseluruhan; (b) Merupakan suatu proses pelatihan manajemen. Dengan demikian terjadi organisasi pembelajaran yang akan memberikan kontribusi pada kinrja organisasi; (c) Dapat meningkatkan motivasi dan semangant kerja para manajer. Hal ini disebakan dilibatkan


proses merumuskan rencana stratejik dan merasa puas memberikan kontribusinya sesuai dengan martabat mereka sebagai manajer. Mereka mengetahui apa  yang  diharapkan dari mereka.  Rasa  aman  meningkat  dan lebih percaya diri. Hal ini akan dapat menjadikan mereka makin dapat menyesuaikan diri terhadap organisasi, suatu hal yang sangat berharga dalam organisasi.


D.   Latihan kelompok

1.  Peserta dibagi menjadi 5 kelompok sesuai dengan minat masing peserta secara musyawarah dan masing-masing menetapkan ketua dan sekretaris kelompok untuk melakukan diskusi kelompok,
2.  Masing-masing  kelompok  peserta  mengidentifikasi  jenis  usaha  mikro  dan usaha kecil atau menengah dengan suatu jenis usahanya (misalnya agribisnis atau agro-industri, sektor peternakan, perikanan, industri rumahtangga, pedagang, industri kerajinan rakyat), untuk melakukan pembinaan dalam aspek manajemen usaha,
3.  Dari segi manajemen usaha apakah telah ada rencana usaha untuk usaha mikro atau usaha kecil dan menengah dari jenis usaha yang telah dipilih tersebut.
4.  Setelah  diidentifikasi   upaya   apa   yang   harus   dikembangkan  dalam   arti kompetensi apa  yang  harus  ditingkatkan dari sisi kelompok  sasaran  dalam manajemen usaha UMKM.

Kelompok Peserta yang memilih Usaha Mikro
1.  Apakah usaha mikro ada rencana usaha tertulis, jika belum mungkin dalam pikirannya telah ada rencana usaha, coba gali melalui wawancara rencana usahanya,
2.  Untuk meningkatkan kompetensi dalam aspek manajemen usaha hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan kompetensi dalam menyusun rencana usaha, dan apakah memerlukan jasa konsultasi atau bimbingan?
3.  Identifikasikan kelemahan dan kekuatan dari usaha mikro yang telah dipilih tersebut, lalu berdasarkan hal tersebut upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan usaha mikro dalam aspek manajemen usaha? Sebutkan langkah langkah untuk peningkatan kompetensi dalam aspek manajemne usaha apakah perlu penyusunan rencana usaha ?.
4.  Aspek manajemen usaha apa yang perlu ditingkatkan, berikan alasannya!

Kelompok yang memilih Usaha Kecil dan Menengah,
1.  Apa yang dimaksud dengan keunggulan kompetitif? Mengapa hal ini penting bagi UKM ?
2. Identifikasi kelemahan, kekuatan, peluang dan ancaman yang telah dipilih tersebut ? Buatlah tabel matrik Internal (kekuatan dan kelemahan dan faktor peluang dan ancaman, Berikan contohnya hasil analisis identifikasi ini ?
3.  Berdasarkan hal tersebut upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan UKM
dalam aspek manajemen usaha terutama rencana bisnis ?
4. Sebutkan langkah-langkah untuk peningkatan kompetensi dalam aspek manajemen usaha terutama dalam menyusun rencana usaha stratejik ?


5.  Apakah   proses   manajemen   dan   penyusunan   rencana   stratejik   dapat ditingkatkan dengan mengingat kelemahan sumberdaya manusia terutama dalam tingkat pendidikan ?
6.  Dari 10 langkah langkah dalam proses penyusunan rencana stratejik langkah mana  yang  menjadi  prioritas  yang  perlu  dilakukan  oleh  kepada  mereka? Berikan alasan mengapa langkah langkah tersebut dipilih.


E.   Rangkuman

Fungsi fungsi manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar dan paling penting: merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan. Manajemen   juga   sangat   memperhatikan   efektifitas   menyelesaikan   kegiatan kegiatan sehingga sasaran organisasi dapat tercapai. Efektivitas sering menggambarkan sebagai ”melakukan segala sesuatu yang benar yaitu, aktivitas aktivitas pekerjaan yang membantu organisasi mencapai sasaran.

Suatu hal sangat  perlu  dipahami oleh pebisnis  UMKM adalah merencanakan usaha.  Hal  ini  perlu  dipahamai  bahwa  fungsi:  (1)  Perencanaan  tak  dapat dipisahkan dengan fungsi-fungsi manajemen seperti pengorganisasin, memimpin, memotivasi dan mengawasi/pengendalian; (2) Perencanaan memberi suatu kerangka untuk mengambil keputusan dalam seluruh perusahaan; (3). Perencanaan perlu  untuk  menunjang  pelaksanaan  kebanyakan  fungsi  manajerial  yang  lebih baik; (4). Perencanaan memberi kerangka untuk mengukur dan menilai kinerja bisnis dan bagian bagiannya yang besar.

Rencana usaha merupakan ringkasan tertulis yang berisi tentang rincian kegiatan dan rencana keuangan, peluang pasar dan strateji serta ketrampilan dan kompetensi seorang usahawan. Perencanaan usaha akan  membantu usahawan  menguraikan arah, sasaran dan ketempat mana akan dituju dan bagaiman cara mencapainya. Menyusun rencana usaha akan mendorong wirausaha untuk mempertimbangkan aspek positif dan negatif dalam perusahaan. Menyusun rencana usaha memerlukan kerja keras, usahawan yang memerlukan waktu dan tenaga.Walupun rencana usaha bukan jamiman keberhasilan, tetapi hal ini akan memberikan peluang untuk berhasil.  Suatu  bisnis  harus  dapat  menciptakan  strateji  untuk  menyampaikan produk  atau  jasa,  sehingga  dapat  menciptakan  nilai  yang  lebih  besar  bagi pelanggan.

Perencanaan stratejik  bukan  merupakan keluaran  melainkan sutau  proses  yang berlangsung.  Sebab  pemikiran  stratejik  tidak  memiliki titik  akhir,  dan  dengan demikian perencanaan stratejik terus  berlanjut. Perencanaan stratejik dilakukan melalui 10 langkah langkah kegiatan: Langkah-1: Mengembangkan suatu visi yang jelas dan terjemahlkan menjadi pernyataan misi; Langkah-2: Menetapkan kompetensi init perusahaan dan segmen pasarnya dan letakan bisnis dalam posisi bersaing; Langkah-3: Melukiskan nilai kekuatan dan kelemahan perusahaan; Langkah-4: Memperhatikan faktor luar untuk dapat peluang dan ancaman; Langkah-5: Mengidentifikasi faktor-faktor kunci untuk keberhasilan usaha; Langkah-6 : Menganalisis faktor pesaing; Langkah-7: Menetapkan cita-cita dan tujuan perusahaan; Langkah-8: Merumuskan pilihan-pilihan stratejik dan stratejik


yang sesuai; Langkah-9: Menjabarkan perencanaan stratejik kedalam rencana tindakan; Langkah-10: Menetapkan pengendalian yang cermat.

Manfaat perencanaan stratejik adalah: (a) Sarana untuk berkomunikasi antara semua tingkat manajemen mengenai sasaran, strateji, atau rencana operasional. (b) Merupakan suatu proses pelatihan manajemen. (c) Dapat meningkatkan motivasi dan semangant kerja para manajer.

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama