Kenyataan menunjukkan bahwa kegagalan suatu usaha seringkali tidak memahami dampak keuangan dan membuat pilihan yang salah. Perusahaan dapat menghindari jebakan arus kas dengan membuat laporan keuangan yang baik. Kegagalan dan keberhasilan tidak selalu disebabkan oleh kurangnya pengetahuan produk atau gagal mengamati pasar dalam jangka panjang, melainkan karena tidak memahami kondisi keuangan.

Laporan keuangan merupakan sarana utama membuat laporan informasi keuangan kepada  orang-orang dalam  perusahaan  (manajemen  dan  para  karyawan)  dan kepada masyarakat di luar perusahaan (bank, investor, pemasok dan pihak lain yang berkepentingan.


1.    Informasi dalam Laporan Keuangan

Informasi yang masuk di dalam laporan keuangan dan bagaimana informasi tersebut disajikan khususnya perusahaan yang telah go publik, telah dimuat dalam Pedoman Standar Akuntansi dan Keuangan (PSAK), yang dibuat sedemikian  rupa  sehingga  informasi  laporan  keuangan  mengenai  sebuah usaha dapat dipercaya dan diperbandingkan. Agar dapat memahami keuangan, penting untuk memahami neraca (balance sheet), laporan laba/rugi (income statements) dan laporan arus kas (cash flow stetement).

a.    Neraca

Posisi keuangan atau ”kesehatan” perusahaan ditunjukkan dalam neraca, yang juga disebut laporan kondisi atau laporan posisi keuangan. Laporan ini menunjukkan posisi keuangan usaha pada waktu tertentu. Neraca standar menggambarkan aset perusahaan pada sisi kiri halaman dan kewajiban serta modal pada sisi kanan. 

Utang = Piutang
NERACA Aktiva = Kewajiban + Modal Pemegan

Aktiva (assets) adalah saldo debet (debit balances) yang berisi segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan. Aktiva terbagi dalam dua kategori: aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lancar (current assets) berkenaan dengan segala sesuatu yang dapat diubah ke dalam uang tunai (kas) selama setahun. Aktiva tetap (fixed assets) sering disebut aktiva jangka panjang, berupa barang-barang permanen, seperti bangunan dan peralatan utama.

Kewajiban (liabilities), merupakan saldo kredit dan utang perusahaan. Kewajiban terbagi dalam dua kategori utama seperti halnya aktiva, yaitu kewajiban lancar (yaitu utang selama setahun) dan utang jangka panjang. Kewajiban lancar (current liabilities) meliputi tagihan seperti utang dagang (account payable), persediaan (inventory), sewa, upah, dan sebagainya. 

Utang jangka panjang (long term debt) meliputi segala sesuatu - yang berdasarkan kesepakatan tidak perlu dibayar segera, seperti hipotek atau wesel jangka panjang, Selisih antara aktiva dan kewajiban merupakan net worth yang sering disebut  juga modal pemegang saham (stockholders 'equity) untuk perusahaan yang telah go public. Artinya, setelah seluruh tagihan dan wesel dibayar, sisanya merupakan net worth. Definisi yang lain adalah bahwa net worth merupakan hak pemilik/pernegang saham setelah semua kewajiban dibayar.

Aktiva = Kewajiban + Modal Pemegang Saham

Mengapa Disebut Neraca? Kata kuncinya adalah keseimbangan (balance).  Karena  jumlah  seluruh aktiva  sama  dengan  jumlah seluruh kewajiban ditambah modal pemegang saham. Persamaan ini benar, walaupun kewajiban melebihi aktiva. Dalam hal ini,  nodal pemegang saham menjadi negatif sehingga harus dikurangkan dari kewajiban dan bukannya ditambah. Sebuah neraca menggunakan prinsip akunting dua lajur. Disebut dua lajur (double entry) karena setiap kegiatan usaha mempengaruhi dua/lebih catatan pembukuan (akun). Sebagai contoh, penjualan akan menambah kas atau piutang dagang, tetapi mengurangi persediaan. Sebuah akun dapat berupa persediaan, uang pinjaman atau utang dagang (account payable), atau uang yang dipinjam orang lain dari Anda (piutang dagang atau account receiable), dan sebagainya. Utang dagang dan piutang dagang disebut akun akrual. Neraca di dalam akun ini merupakan kas yang harus dibayar kepada pemasok atau akan diterima oleh pelanggan pada waktu mendatang.

Pembukuan disusun pada neraca dalam golongan aktiva lancar dan aktiva tetap di bagian kiri lembar neraca, dan kewajiban jangka panjang serta modal pemegang  saham dibukukan  di sebelah  kanannya. 


Untuk memahami neraca diberikan daftar istilah neraca dengan beberapa contoh neraca sederhana seperti tercantum dalam lampiran.

b.    Laporan Laba/Rugi

Laporan Laba/Rugi yang disingkat Laporan L/R, menunjukkan kinerja sebuah usaha selama jangka waktu tertentu dalam sebulan, triwulan, atau setahun. Rumus dasarnya adalah sebagai berikut:

Penghasilan - Biaya = Pendapatan

Laporan L/R selalu diawali dengan penjualan (sales). Contoh di bawah ini adalah penjualan sebesar Rp 250.000.000 pada laporan L/R:

LAPORAN LABA/RUGI Penjualan          Rp. 250.000.000,-

Akun selanjutnya adalah Harga Pokok Penjualan (HPP), yaitu biaya pembuatan atau harga pembelian yang melekat pada produk barang jadi yang dikirim dari pemasok ke pelanggan. Penjualan dikurangi HPP akan menghasilkan Laba Kotor (gross profit). Sebagai contoh asumsi bahwa HPP sebesar Rp. 200.000.000. Penjualan pada laporan L/R sebesar Rp 250.000.000 di atas dikurangi dengan HPP sebesar Rp 200.000.000 menghasilkan laba kotor kotor Rp 50.000.000. Laba Kotor disebut juga Margin Kotor, yaitu sejumlah uang yang tersisa sebelum dikurangi biaya operasi dan pajak. Laporan L/R adalah sebagai berikut:
NERACA
Penjualan                                                   Rp. 250.000.000,-
HPP                                                           Rp. 200.000.000,-
Laba Kotor                                               Rp.  50.000.000,-
Akun selanjutnya di dalam laporan L/R adalah biaya-biaya (expenses) yang digunakan untuk menjalankan usaha, dan disebut biaya operasi (operating expenses), meliputi sewa, utilitas, perlengkapan kantor, dan biaya overhead. Biava operasi dapat berupa kas maupun akrual. Apabila biaya operasi dikurangkan dari laba kotor, akan menghasilkan pendapatan usaha (operating income). Sering perusahaari memiliki sumber pendapatan  lain,  bukan  berasal  dari usaha  pokok,  seperti pendapatan bunga yang diperoleh dari bank. Dalam hal ini, pendapatan itu disebut pendapatan lain-lain (other income) dan dicatat secara terpisah setelah akun pendapatan usaha. Pajak pendapatan pada umumnya dicatat secara terpisah. Sebagai contoh tentang laporan Laba/Rugi dan istilah yang digunakan dalam laporan LR dapat pada lampiran. 

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama