Likuidasi  adalah  suatu  keadaan  dimana  baik  persekutuan  maupun  usaha perusahaannya dibubarkan semua. Dalam likuidasi ini perusahaan hanya berjalan beberapa saat guna menyelesaikan proses likuidasi tersebut.

Proses pembubaran usaha ini meliputi dua tahap, yaitu :

1.   Proses mengubah harta kekayaan yang ada menjadi uang tunai, yang disebut dengan proses realisasi ;
2.   Proses   pembayaran   kembali   utang   –   utang   kepada   para   kreditur   dan pembayaran  kembali  sisa  modal  kepada  para  anggota,  yang  disebut  juga dengan proses likuidasi.

Prosedur Likuidasi :

1.   Rekening – rekening pembukuan harus disesuaikan dan ditutup. Laba dan rugi bersih selama periode  terakhir  diperhitungkan  ke rekening modal masing – masing, sesudah itu dikatakan persekutuan siap untuk dilikuidasi ;

2.   Pada proses  pengubahan  aktiva  menjadi  uang  tunai,  apabila  ada perbedaan antara  nilai  buku  dan  nilai  realisasi  yang  menunjukkan  keuntungan  atau kerugian   harus   dibagi   di   antara   anggota   sesuai   dengan   perbandingan pembagian laba (rugi). Saldo modal selanjutnya dipakai sebagai dasar penyelesaian.

3.   Apabila dijumpai keadaan di mana salah seorang anggota mempunyai  saldo debit di dalam rekening modalnya, di lain pihak ia mempunyai piutang kepada persekutuan,  maka  piutang  kepada  persekutuan  itu  dipakai  untuk  menutup saldo   debit   rekening   modal   yang   bersangkutan.   Di   samping   itu   pada prinsipnya apabila seorang anggota mengalami defisit maka anggota yang lain berkewajiban untuk menutupnya terlebih dahulu.

4.  Apabila uang tunai sudah tersedia untuk dibagi, maka pertama-tama harus dibayarkan  terlebih  dahulu  kepada  para  kreditur  extern,  baru  sesudah  itu
dibayarkan saldo – saldo modal masing – amsing anggota.

PEMBAYARAN KEPADA SEKUTU SETELAH REALISASI SELESAI

Diasumsikan bahwa firma A, B, C, dan D memutuskan untuk melikuidasi diri. Semua aktiva persekutuan firma ini harus dicairkan menjadi uang kas A, B, C dan D membagi laba atau rugi dalam rasio masing- masing 30%, 30%, 20%, 20%. Neraca yang disusun per 1 Mei 1998, tepat sebelum likuidasi,melaporkan saldo sebagai berikut :



AKTIVA Kas
Aktiva Lainnya












Total Aktiva




10.000

180.000


KEWAJIBAN DAN KUI Kewajiban
Pinjaman, B Pinjaman D Modal, A Modal, B Modal, C Modal D


Total Kew. Dan Ekuitas


TAS

75.000

6.000

5.000

42.000

31.500

20.500

10.000
190.000
190.000




Sejumlah contoh di bawah ini diberikan dengan asumsi, bahwa aktiva persekutuan firma direalisasi dengan jumlah-jumlah kas yang berbeda. Asumsi ini adalah sebagai berikut :


Kerugian Realisasi Aktiva yang Dibebankan Sepenuhnya Pada Saldo Modal Sekutu

Asumsikan bahwa aktiva non kas "firma A, B, C dan D", dengan nilai buku $ 180.000 direalisasi sebesar

$ 140.000. Kerugian sebesar $ 40.000 dibagikan dalam rasio laba rugi. Saldo modal masing-masing sekutu dalam hal ini cukup besar untuk menyerap total kerugian realisasi. Dalam hal ini, pembagian uang kas tidak menimbulkan kesulitan. Uang kas pertama-tama digunakan lebih dulu untuk membayar kreditor luar, kemu- dian sisanya digunakan untuk membayar pinjaman para sekutu dan saldo modal mereka.

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama